Modus..!! Penyeludupan Bawa Sabu 6 Gram Dicelah Jahitan Celana Berhasil Digagalkan Satgas Yonmek 643/Wns

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Satgas Pamtas Yonif Mekanis (Yonmek) 643/Wns mengamankan KRS (21), warga Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang di jalur lintas batas Kalimantan Barat – Malaysia, Selasa (3/9/2019) siang.

KRS dibekuk karena membawa satu paket sabu seberat 0,6 gram dengan cara diselipkan di celah jahitan bagian kaki celana yang dipakainya.

“Yang bersangkutan melintas dari arah batas ke pusat Kecamatan Jagoi Babang sekitar pukul 13.30 Wib. Pada waktu kendaraannya dihentikan, pelaku menunjukkan gerak gerik mencurigakan, kemudian dilakukan pemeriksaan kendaraan didapati satu set alat hisap sabu,” ungkap Komandan Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf. Dwi Agung Prihanto.

KRS kemudian digiring ke Pos Dalduk Koki Jagoi Babang untuk dilakukan pemeriksaan badan. Pelaku beranggapan membawa sabu di celah jahitan celana tidak akan terdeteksi ketika diperiksa. Namun, personil Yonmek 643/Wns melakukan pemeriksaan dengan detail, hingga ke bagian terbawah celana yang digunakan pelaku.

“Dari pengakuan KRS, dia beli sabu itu di Serikin (Malaysia-red) seharga Rp300 ribu untuk dipakai sendiri. Belinya dari warga Serikin, inisial Bo. Temuan ini kami koordinasikan ke Polsek Jagoi Babang untuk proses lebih lanjut,” ujar Dansatgas.

Generasi Muda Perbatasan Rentan Dicekoki Narkoba

Pengakuan KRS bahwa sabu di celah jahitan celananya untuk digunakan sendiri menambah daftar temuan generasi muda yang terpapar narkoba. Pengguna narkoba yang dulunya diasumsikan sebagai ‘anak gaul perkotaan’ mulai bergeser ke perbatasan.

Komandan Satgas Yonmek 643/Wns Mayor Inf. Dwi Agung Prihanto menyebut orangtua, keluarga dan lingkungan mesti lebih memperhatikan prilaku generasi muda. Perubahan prilaku generasi muda bisa saja menjadi petunjuk, ada sesuatu yang salah dalam pergaulannya.

“Orangtua, keluarga dan lingkungan tidak boleh abai jika menemukan perubahan prilaku dalam diri anak-anak dan pemudanya. Kalau ada indikasi pergaulan yang salah, cepat diingatkan, dibina jangan sampai terperosok terlalu dalam,” sebut Dwi Agung.

“Pemuda adalah aset kita, aset bangsa yang harus dijaga. Pantau pergaulannya, siapa saja teman-temannya, bagaimana lingkungan pergaulannya, ingatkan terus tentang bahaya narkoba,” pungkasnya.

Penulis : Bobirianto Yulianus
Editor : Ady Wiryawan
Sumber : suaraborneo.com

Check Also

Kodim 1007/Bjm Gelar Bakti Sosial TNI KKBPK Kesehatan dan Hari Kesatuan Gerak PKK KKBPK Kesehatan Tingkat Kota Banjarmasin 2019

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Bertempat di halaman Pemko Banjarmasin, Jalan RE Martadinata No.1 Kel. Kertak Baru …