Sebelas Hari, Dua Kali Satgas Yonmek 643/Wns Gagalkan Penyelundupan Mobil di Perbatasan

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Seorang anggota Satgas Pamtas Yonif Mekanis (Yonmek) 643/Wns tertembak saat berusaha menggagalkan penyelundupan dua unit mobil dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tikus di perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Insiden yang terjadi dinihari tadi mengakibatkan Danpos Satgas Pamtas Semunying, Letda Inf. Yopi Prasetyo terluka di bagian lengan sebelah kanan. Pelaku melepaskan tembakan dari jarak dua meter, ketika prajurit Yonmek 643/Wns menghadang komplotan pelaku yang berjumlah enam orang.

“Pelaku melarikan diri setelah melepaskan tembakan ke anggota, kemudian dikejar dan salah satu mobil yang diselundupkan itu kita temukan terperosok di jurang. Sampai sore tadi sudah ada dua pelaku yang ditangkap, empat lainnya masih dilakukan pengejaran. Identitas sudah diketahui,” ungkap Komandan Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf. Dwi Agung Prihanto, Kamis (19/9/2019).

Dansatgas mengatakan, pergerakan para pelaku sudah diintai sejak kemarin berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyampaikan akan ada penyelundupan dua mobil dari Malaysia ke Indonesia. Untuk menggagalkan aksi komplotan ini, Yonmek 643/Wns menyiapkan dua tim yang ditempatkan di tepi batas Desa Semunying dan jalur masuk desa.

Rabu petang, komplotan pelaku bergerak ke Malaysia melewati jalur tikus di Desa Semunying untuk mengambil dua mobil merk Inova dan Landcruiser ke Malaysia dengan mengendarai tiga motor. Para pelaku balik lagi ke Semunying pada tengah malam, tiga diantaranya mengendarai motor sedangkan tiga orang lagi mengendarai dua mobil.

Ketika pulang di tepi batas Desa Semunying, komplotan pelaku diperiksa oleh Yopi dan anggota satgas lainnya yang sudah mengintai pergerakan pelaku. Para pelaku menerobos pemeriksaan tersebut dan melajukan kendaraan mereka ke jalur masuk desa.

“Begitu lari dikejar sama Danpos Yopi, kemudian sampai di jalur masuk desa, pelaku dihadang tim kedua. Waktu dihadang sama tim kedua, ini Danpos saya nyamperin, mereka melawan dan mengeluarkan tembakan ke arah Danpos terus lari. Dikejar lagi sama Danpos dan anggota yang lain, saat pengejaran ini baru sadar Danpos saya tertembak dilengan,” beber Dwi Agung.

Penyelundupan mobil di Jagoi Babang bukan sekali ini terjadi. Pada Minggu (8/9/2019) lalu, aksi serupa juga digagalkan Satgas Yonmek 643/Wns. Satu unit Mercy klasik seri tiger 230e pabrikan tahun 1978 coba diselundupkan pelaku dengan cara membobol portal batas negara di Dusun Sungai Saparan, Desa Semunying.

“Dalam waktu sebelas hari ada dua kasus penyelundupan mobil yang kita ungkap melewati jalur tikus di Jagoi Babang. Kasus pertama pelaku lari ke arah Malaysia, yang kedua ini pelaku melawan dan menembak anggota,” ujar Dwi Agung.

“Jagoi Babang tentu akan menjadi atensi pengawasan kita, karena disini banyak jalur-jalur tikus yang bisa dilalui mobil. Negara tidak boleh kalah sama penyelundup,” pungkas Dansatgas.

Penulis : Bobirianto Yulianus
Editor : Adi Wiryawan
Sumber : suaraborneo.com

Check Also

Tingkatkan Sektor Pendidikan, PMP2L Dapat Bantuan CSR Bank Kalsel

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Perkumpulan Masyarakat Pertanian, Perikanan dan Lingkungan (PMP2L) yang juga mengelola kursus gratis …