Pemko Banjarmasin Ekspos Rencana Bangun Jembatan Pulau Bromo

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Ekspos rencana pembangunan Jembatan Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kembali dilakukan
Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarmasin dihadapan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah.

Dalam Laporan Antara dari tim pembangunan jembatan tersebut diketahui, jalur yang akan dibangun adalah jembatan penyeberangan orang.
Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut, jalur transportasi air yang ada di bawahnya tidak terganggu.

Menurut Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, bahan ekspos yang telah diperlihatkan itu akan menjadi modal bagi jajaran Pemko Banjarmasin untuk melakukan -kajian lebih dalam, sehingga
seluruh rencana dalam pembangunan jembatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Setelah apa yang disampaikan ini proyek ekspos, kami akan segera merapatkan berkaitan dengan anggaran, karena waktu kita sudah memasuki kita sudah memasuki bulan ke 10,” ujarnya saat memimpin rapat ekspos di ruang rapat Berintegrasi Balai Kota Banjarmasin, Selasa (08/10).

Dari informasi terhimpun, konsep pembangunan jembatan tersebut terdiri dari slab kemudian jembatan gantung pile slab. Pembebanan bangunan jembatan merujuk pada aturan SNI yang berlaku untuk kategori jembatan penyeberangan orang, dan jembatan yang dipakai adalah jembatan standar referensi Kementerian Pekerjaan Umum bentang 100 meter.

Direncana desain jembatan tersebut diketahui ada tiga segmen pekerjaan yang akan dilaksanakan saat pengerjaannya, pertama pengerjaan jembatan gantung utama sepanjang 100 meter dengan tinggi tower sekira 15 meter, kemudian pengerjaan jembatan pendekat sisi kiri dan kanan dengan tinggi towe 2 15 meter, dan RTH dengan menggunakan pondasi spun pile D500.

Untuk RTH dekat jembatan tersebut, pondasi yang dibangun dengan jenis konstruksi, berdimensi 750 meter kubik. Fungsinya selain untuk RTH juga untuk
parker sepeda motor. Kontruksi RTH tersebut pun dirancang untuk menerima beban seberat 4.79 KN/mili meter kubik,
sehingga bisa digunakan sebagai Tabulampot, tabupot, parkir sepeda motor dan tempat bersantai. (humpro-bjm/ad)

Check Also

PKS Kalteng Inisiasi Gerakan Keluarga Menanam Pohon

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Kondisi pasca kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Kalimantan …