Warga Minta Jalan Bagus Kembali Setelah PDAM Bandarmasih Bongkar Pasang Pipa

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Terakhir di tahun 2019, PDAM Bandarmasih tetap menggelar sosialisasi kepada warga sebagai pelanggan untuk menyerap aspirasi dan segala keluhan atas semua pelayanan PDAM, Kamis (7/11/2019) di Kantor Kelurahan Surgi Mufti, Jalan Jahri Saleh Kota Banjarmasin.

Dari kegiatan sosialisasi ada pertanyaan dari perwakilan warga Ketua Dewan Kelurahan, Ali Abdullah, menyampaikan, “Penggantian pipa tapi dengan cara membongkar jalan, kami minta kesepakatan dengan PDAM kalau memang memastikan jalan kembali seperti semula silahkan, tapi kalau begitu dibongkar dilihatkan saja kami tidak setuju mending nggak usah dibongkar gitu nanti akhirnya masyarakat melapor keluhan ke kantor Lurah, Dewan Kelurahan menjadi imbas, kita minta kesepakatan akhirnya janji PDAM waktu itu kita tidak seperti semula mungkin bisa dilihat, pembongkaran jalan mulai depan sampai ke museum keadaan seperti ini tidak mulus masih berlobang,” ungkap Ali.

Ali melanjutkan, “Alasan PDAM perbaikan jalan dan dana sudah diserahkan ke PU, menurut kami harusnya PDAM tanggung jawab dan selalu mengawasi apakah jalan sudah normal seperti semula, akhirnya masyarakat kecewa apabila ada pembongkaran pasang pipa, harapan ke depan kami minta setiap ada rencana pembangunan atau penambahan bangunan pipa misalnya apa pembongkaran jalan kita minta mereka kumpulkan masyarakat langsung saja jadi mereka tidak perlu undang ketua RT tapi mereka mengundang masyarakat langsung aja dialog di rumah masyarakat, jadi mereka tahu sendiri apa janji-janji PDAM, disamping perbaikan jalan setelah pembongkaran, kualitas airnya juga tetap ditingkatkan,” pintanya.

“PDAM Bandarmasih sebagai perusahaan daerah, katanya diatur oleh Kemendagri, sedangkan membantu subsidi pemodalan alokasi masih dari Bank Kalsel ini tidak relevansi, masa mengatur Kementrian dengan menaikkan minimal pemakaia sepuluh kubik walaupun cuma pakai lima kubik, kenapa pemerintah daerah tidak bisa mengatur, buat apa jadi perusahaan daerah, mending dijadikan perusahaan BUMN aja,” beber Ali.

 

Tanggapan Suvervisor Humas PDAM, M Nor Wakhid, “Inilah yang namanya kita ini berkembang, PDAM juga berkembang, kenapa jalan itu masih berlubang kami kemarin pipanya kecil diganti besar dan pengembalian itu tidak bisa seperti sedia kala, karena satu kondisi alam kita nggak langsung bisa mulus kenapa, karena ada penurunan air dan tanah, selanjutnya sudah beberapa bulan masih ada banyak yang berlubang, ini PR kita bagaimana untuk bisa memperbaiki jalan yang setelah kita gali dan berlubang itu apakah nanti bisa masuk ke dalam proyek PUPR ataupun kita harus mengaspal ulang nanti akan segera merapatkan dan melaporkan ke atasan,” jelasnya.

Lurah Surgi Mufti, Farid Ridhony, mengatakan, “Sosialisasi PDAM ini dan dipelopori dari Formak Kalel bersama pak Hatim, alhamdulillah berjalan lancar dan sangat bermanfaat bagi warga kelurahan Surgi Mufti, semua bagi yang diundangkan ketua RT, ketua RW, PKK, tokoh masyaraka, Babinsa Bhabinkamtibmas, Dewan Kelurahan, berjalan lancar dan sangat memuaskan walaupun ada banyak pertanyaan tapi sudah di di cover oleh PDAM, masalah airnya atau pembayaran tidak sesuai langsung ditindaklanjuti oleh pihak PDAM Bandarmasih, mungkin masalah pembongkaran jalan pemasangan pipa ada kendala kita kemaren, pembongkaran jalan pemasangan pipa yang lebih besar, dari Jahri Saleh sampai museum sudah di dilaksanakan oleh pihak PDAM dan sudah dilakukan tambah sulam penutupan semua, mungkin karena struktur tanah kita tidak sempurna maka agak berlobang, dari pihak PDAM juga di sudah diserahkan kepada pihak PUPR, mungkin tahun 2020 jalan akan diperbaiki kembali,” katanya.

Sebagai fasilitator sosialisasi PDAM Bandarmasih, Ketua Forum Masyarakat Kota (Formak) Kalsel, M Hatim Darmawi, menyampaikan, “Sosialisasi berlangsung di kelurahan Surgi Mufti, ada beberapa pertanyaan maupun keluhan itu tadi mengenai masalah air keruh juga masalah tarif juga yang selalu sering dipertanyakan kan juga masalah kubikasi, ini tidak luput dari pertanyaan pelanggan ditambah lagi dulunya pernah ada pembongkaran jalan ya pasangan pipa PDAM dan itu memang sudah ada dilakukan penutupan jalan tersebut, namun kan ada penurunan penurunan struktur tanahnya mungkin ada sedikit menurun dan ini nanti akan diserahkan pihak PDAM ke PUPR dan segera ditindaklanjuti, jadi harapan kita apa pun pertanyaan dari masyarakat sebagai pelanggan harus segera ditindaklanjuti itu harapan dari kita selaku forum masyarakat kota kalimantan selatan sebagai fasilitator cukup,” pungkas Hatim. (ad-sb)

Check Also

2019 Retribusi Perijinan Lebihi Target

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten …