Hari Pahlawan, Spirit Bagi Pemuda

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Peringtan Hari Pahlawan 10 November 2019 tahun ini, hendaknya dimaknai media spirit dan motivasi pemuda harapan serta aset bangsa.

“Jiwa dan semangat serta nilai juang pahlawan hendak seyogianya diaplikasikan kehidupan sehari-hari,”tutur Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HM) Cabang Palangka Raya Riko Rahman Sabtu (9/11).

Ditambahkan Riko sapaan akrab Mahasiswa Pascasarjana Prodi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, dalam memperingati bersejarah 10 November 2019.

Momentum hari pahlawan memiliki makna tersendiri bagi pemuda. Pemuda sebagai aset dan harapan serta potensi bangsa bisa mengisi kemerdekaan dengan cara-cara yang lebih kekinian sesuai dengan era revolusi 4.0 saat ini.

Riko juga mengajak semua kalangan muda untuk dapat merefleksikan kembali nilai-nilai semangat juang pahlawan pada saat dulu.

Dengan tujuan agak bisa di implementasikan dalam segala aspek kehidupan.
masyarakat. Disamping sebagai penghayatan kembali makna Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia terdiri dari berbagai suku.

Indonesia dikenal dengan Bangsa yang majemuk, dimana semua suku, ras, agama dan budaya ada di Indonesia.

Semua bersatu dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” perbedaan bukan menjadi penghalang tersatukannya sisi kemanusian dan itulah Indonesia.

Di era baru seperti sekarang ini, semangat kepahlawanan juga harus dirumuskan dengan pandangan yang baru. Alat yang digunakan untuk berjuang bukan lagi senjata, tapi dibutuhkan gagasan dan pemikiran untuk kemajuan bangsa ini.

“Kita sebagai pemuda tidak perlu berjuang dengan mengangkat senjata. Cukup lakukan hal-hal hebat dan kreatif untuk bangsa ini. Polanya, memanfaatkan teknologi. Sebagai generasi muda juga harus bijak dalam memanfaatkan media sosial, karena memang diera digitalisasi dan informasi yang begitu cepat, setiap orang dengan mudah memproduksi informasi,”terangnya.

Disisi ini pemuda harus selektif terhadap informasi yang diterima. Jangan sampai pemuda malah ikut mempertajam perpecahan, dengan menyebarkan ujaran kebencian dari informasi yang belum jelas kebenarannya.

Riko Rahman asal Seribu Riam Kabupaten Murung Raya ini berharap semua orang bisa mengenang para pahlawan bangsa Indonesia dan menjadikan pahlawan sebagai inspirasi membangun bangsa ini.

“Dulu para pejuang bangsa ini mempertahankan kemerdekaan mereka rela mengorbankan harta, jiwa dan raganya. Artinya, hikmah mengenang peristiwa itu, mendahulukan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi.
Inilah salah satu nilai yang bisa kita teladani sebagai pemuda,”pungkasnya. (ujang/ery-SB).

Check Also

Film Kreasi Anak Benua Dapat Tanggapan Positif Masyarakat

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Walaupun sedang dalam masa pandemi Covid-19, tidak menghalangi kaum milenial dalam …