Warga Desa Penda Ketapi Minta Tanah Mereka Dikembalikan

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Warga Desa Penda Ketapi Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas meminta tanah mereka yang dicaplok perusahaan Sawit PT Lafere Agro Kapuas (LAK) dikembalikan.

“Kami minta tanah kami bersertifikat dikembalikan keabsahannya,”ujar Widi salah satu warga Desa Penda Ketapi kala pertemuan dengan Pemkab Kapuas di ruang kerja Kabag Pemerintahan Setda Kapuas Rabu (13/11/2019).

“Memang benar apa yang dikatakan warga sengketa tanah dan pihak perusahaan belum selesai dan selama ini mereka merasa dirugikan,”kata Sekcam Kapuas Barat Eddy Sucipto membenarkan.

Kades Penda Ketapi Rangkap mengatakan buntut sengketa tanah warga yang dirugikan padahal status tanah warga mengantongi sertifikat.
“Karena itu kami minta ketegasan,”imbuh Kades.

Menurut Rangkap sejak tahun 2016 lalu persoalan belum selesai bahkan dalam mediasi justru tidak pernah hadir walaupun sudah di mediasi Pemkab Kapuas.

Kabag Pemerintahan Setda Kapuas Fahruransi menyampaikan kalau pihaknya dalam hal sengketa diakui belum bisa memberikan solusi.

“Kami menyarankan agar warga Desa Penda Ketapi menyampaikan ke dewan melalui RDP. Jika tidak ada solusi bisa selanjutnya ke pengadilan,”terangnya.

Oleh karena itulah fungsi kami dalam hal ini hanya sebagai mediator tetapi proses ini tetap di kawal.

Sementara itu sama kuasa masyarakat Suharjo mengatakan intinya perusahaan mengembalikan tanah masyarakat yang di klaim pihak perusahaan. (ujang/ery-SB)

Check Also

Bupati Barut Hadiri Pernikahan Ketua Muhammadiyah Kalteng

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Bupati Kabupaten Barito Utara (Barut) H Nadalsyah Sabtu (14/12/2029) menghadiri pernikahan …

error: Off