Peringati Hari Aksara Internasional ke-54 Tingkat Kota Banjarbaru, Diisi Lomba Cerdas Cermat

BANJARBARU, suaraborneo
Peringatan Hari Aksara Internasional Kota Banjarbaru bertempat Halaman PKBM Angkasa jln paramuan Kelurahan Landasan Ulin Tengah Kecamatan Liang Anggang. Tampak hadir Plh Sekda Mutia Shafariahadi, Kabid PAUD/Dikmas Lia Astuti, Bunda PAUD Hj Ririen Nadjmi Adhani dan SKPD Kota Banjarbaru, Camat Cempaka, Liang Anggang beserta jajarannya dan jajaran Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru serta undangan lainnya. Selasa (10/12).

Mutia Shafariahadi mewakili dan membacakan sambutan walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani. Bahwa makna dari peringatan Hari Aksara Internasional atau International Literacy Day, setiap tanggal 8 September, adalah seberapa jauh kita bertekad dan berikhtiar untuk turut berperan dalam gerakan global menuntaskan tuna aksara di tengah masyarakat. Upaya pemberantasan buta aksara merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan akses pemerataan dan kualitas sumber daya manusia. Pemberantasan buta aksara berdampak langsung terhadap menurunnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, meningkatnya tingkat gizi dan usia harapan hidup masyarakat, meningkatnya penghasilan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi keluarga.

Aksara merupakan pendorong utama untuk pembangunan berkelanjutan. Keterampilan keaksaraan adalah prasyarat utama untuk belajar lebih luas dalam pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang berkelanjutan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari aksara internasional yang diperingati di seluruh dunia, mengajak semua kalangan mulai dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, swasta, masyarakat, guru, peserta didik, dan para ahli, untuk bergerak bersama mewujudkan karya nyata dalam upaya menuntaskan tuna aksara. Momentum Peringatan Hari Aksara Internasional ini menjadikan kita selalu teringat dan terinspirasi tentang kesungguhan berkarya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan, sebab pendidikan keaksaraan adalah pondasi gerakan pemberdayaan masyarakat dan bukan sekedar pengentasan keaksaraan semata.

Pada bagian lain, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya gemar membaca di masyarakat dan keluarga untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi. Itulah karya nyata yang dapat kita lakukan sebagai bagian dari gerakan masyarakat dunia menuntaskan tuna aksara.

Pada kesempatan itu Mutia Shafariahadi didampingi Lia Astuti dan Hj Ririen Nadjmi Adhani selaku Bunda Paud serta undangan lainnya meninjau stand-stand pameran hasil olahan dari PKBM yang ada di Banjarbaru.

Pada acara itu diadakan lomba cerdas cermat yang masing-masing pemenang mendapatkan tropi dan doorfrize dari Disdik Banjarbaru. (hrs-bjb)

Check Also

Dampak Covid-19, Anggaran Peningkatan Jalan Status Provinsi di Sanggau Terpangkas

SANGGAU, SB – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar yang dipimpin H Subhan Nur menemui …