Wabup Sanggau: Melalui Tema Natal Tahun 2019, Kita Dapat Memberikan Rasa Nyaman dan Menumbuhkan Rasa Cinta Kasih Antar Sesama

SANGGAU, SuaraBorneo – Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau melaksanakan Safari Natal bersama dengan umat Stasi Sebandang Paroki Kristus Raja Toba Keuskupan Sanggau, bertempat di Gereja Katolik Santo Stefanus Martir Stasi Sebandang Desa Lumut Kecamatan Toba, Minggu (5/1/2020).

Pada safari natal kali ini mengusung tema: “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang (Yohanes 15:14-15),”

Safari Natal tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sanggau, Drs.Yohanes Ontot, M.Si beserta istri, Kepala OPD Kabupaten Sanggau, Pastor Paroki, Matias Da Costa, SVD, Camat Toba, Jemain, Ketua Umat Stasi Sebandang, Heronymus Heron, Bruder, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama, serta masyarakat.

Terlihat begitu antusias masyarakat (umat) Stasi Sebandang Desa Lumut menyambut dengan suka cita atas kedatangan Wakil Bupati Sanggau beserta rombongan dalam rangka melaksanakan safari natal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau bersama umat Katolik di Stasi Sebandang, Desa Lumut, Kecamatan Toba. Safari natal dimulai dengan Misa bersama.

Pada kesempatan tersebut Pastor Paroki, Matias Da Costa, SVD menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau yang telah mengadakan acara safari natal tersebut.

“Saya mengapresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau yang sudah mengadakan acara safari natal ini. Yang mana di beberapa tempat jarang saya temukan, terutama dari inisiasi pemerintah. Jadi ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan merupakan hal yang sangat positif,” katanya.

Ia juga mengatakan, melalui kegiatan seperti ini sehingga pemerintah daerah dekat dengan masyarakat.

“Pemerintah daerah juga mau menjadi sahabat bagi masyarakatnya. Safari natal ini merupakan program yang sangat baik dan membuat kita bisa menjalin silahturrahmi dan terjalinnya persahabatan diantara kita. Karena hidup bersahabat sebenarnya kita hidup dalam tuhan,” jelas Pastor Paroki, Matias Da Costa.

Sementara itu, Camat Toba, Jemain menyampaikan pada kesempatan tersebut dalam rangka kunjungan safari natal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau.

“Tentu pada hari ini kita melaksanakan agenda dalam mendeskripsikan bagaimana di Kecamatan Toba ini sehingga kami sepakat dan dijadikan motto yakni Kecamatan Toba tempat orang baik-baik. Sehingga, selalu saja kami berkoordinasi menempatkan harmonis dalam etnis dan kami mengimplementasikan toleransi ini sebuah narasi tetapi dengan implementasi kami lakukan seperti keterlibatan misalnya pada saat perayaan hari-hari besar. Contohnya, nasrani melaksanakan hari besarnya, yang muslim ikut berpartisipasi dan berbahagia, begitu juga ketika yang muslim melaksanakan hari besar, kawan-kawan kita yang nasrani ikut berbahagia dan ikut berkontribusi dalam perayaan hari besar tersebut,” kata Camat Toba, Jemain.

Ia juga mengatakan inilah salah satu ciri khas yang dibagun secara terus menerus dengan harapan akan terus berkembang kedepannya, agar yang di cita-citakan yakni Kecamatan Toba tempat orang baik-baik dapat terwujud.

“Satu prinsip kami, kalau kita bersatu maka Kecamatan Toba akan pasti maju, kalau kita bersahabat bagi semua orang, sebagaimana tema yang diusung maka akan menjadi orang yang bermartabat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot mengucapkan selamat natal tahun 2019.

“Kita bersyukur berkat anugerah dari tuhan, sehingga hari ini kita bisa berada disini dalam melaksanakan kegiatan safari natal Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau yang memang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan disetiap tahunnya,” kata Wabup, Yohanes Ontot.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau selain mengagendakan safari natal untuk umat Katolik dan Protestan, juga melaksanakan safari ramadhan untuk umat Muslim.

“Kalau dibulan ramadhan ada yang namanya safari ramadhan untuk umat Muslim dan pada bulan natal kita lakukan safari natal,” jelasnya.

Wabup, Yohanes Ontot menjelaskan bahwa perekembangan sekarang ini bahwa bagaimana mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa (masyarakat) tersebut tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan.

“Bagaimanapun kehidupan sosial, politik dan ekonomi ini tidak bisa kita anggap hari ini sampai besok lusa sama, pasti selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itulah upaya-upaya pemerintah dan bagaimana kita mengantisipasi menjaga ini, baik pemerintah pusat dan daerah melakukan berbagai formula, baik formula dalam kebijakan umum, maupun formula dalam kebijakan-kebijakan yang khusus,” ujarnya.

Sehingga bagaimana kita, lanjut dikatakannya, untuk menata kehidupan ini, baik kehidupan antar umat beragama dan antar sesama satu agama.

“Dengan begitu, tentu bisa kita menciptakan kehidupan yang harmonis. Dengan demikian untuk tema natal ditahun 2019 telah ditentukan yakni bagaimana kita menjawab tantangan hari ini, tantangan nasional dan secara geopolitik yang ini mesti kita pahami,” jelasnya.

Wabup, Yohanes Ontot juga mengatakan tema natal tersebut sangat luar biasa, di era sekarang bagaimana perkembangan Indonesia dan dunia.

“Apabila kita menjadi sahabat bagi semua orang, saya kira tidak ada lagi orang mau macam-macam dengan kita. Bahkan tentu saling membantu satu sama lainnya dan tidak ada lagi orang yang berpikir radikal yang dalam benak pikirannya mau merubah ideologi negara ini. Oleh karena itu, gereja diseluruh dunia dan terutama di Indonesia mengajak kita semua untuk hidup bersahabat bagi semua orang dan berharap melalui tema natal tahun 2019 ini kita dapat mendamaikan, memberikan rasa nyaman, serta menumbuhkan rasa cinta kasih kita antar sesama,” tuturnya.

Wakil Bupati Sanggau menyerahkan secara simbolis berupa bantuan beras sebanyak dua ton dan uang tunai sebanyak Rp.9.900.000. (*/bb)

Check Also

Wabup Sintang Kunjungi Nanga Tebidah

SINTANG, suaraborneo.com – Wakil Bupati Sintang Askiman, didampingi Kepala Bappenda Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi dan …