4 Bulan Pelatihan, Warga Perbatasan Antusias Ikut Membatik Program CSR PT Antam TBK

ENTIKONG, SuaraBorneo.com – Salah satu program CSR PT ANTAM TbK (ANTAM) pada bidang pelestarian budaya di Provinsi Kalimantan Barat diwujudkan melalui kegiatan pelatihan membatik yang diikuti oleh masyarakat Beranda Depan NKRI wilayah perbatasan Indonesia Malaysia Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.

Sejumlah sekitar 75 orang peserta telah mengikuti pelatihan secara intensif selama 4 bulan. Pada akhir kegiatan telah terpilih sejumlah 15 orang peserta terbaik yang selajutnya akan diikutsertakan pada kelanjutan program CSR ANTAM yang akan bersinergi dengan Dekranasda Kabupaten Sanggau.

Hal tersebut disampaikan oleh VP Operations ANTAM Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit Kalimantan Barat Agung Adrianto saat acara penutupan pelatihan membatik di Entikong pada Senin, 20/1/2020.

“Beberapa capaian pelatihan sesuai dengan target kami antara lain telah tercipta motif-motif baru sesuai dengan ciri khas daerah, terbentuknya kelompok peserta terbaik, dan apresiasi juga bagi para peserta milenial yang menyelesaikan project dokumentasi pelatihan dalam bentuk film pendek. Setelah program pelatihan ini, rencana kedepannya kiranya sebagai kelanjutan dari upaya pengembangan batik di wilayah Entikong yang juga mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, maka kami bermaksud bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dekranasda Kabupaten Sanggau”

ANTAM meyakini kesuksesan kegiatan ini tentu saja tidak terlepas dari dukungan seluruh stakeholder terkait. Apresiasi sebesar-besarnya disampaikan kepada berbagai pihak antara lain Pemerintah Provinsi selaku pengelola tempat pelatihan di UPT LKI Entikong, Pemerintah Kabupaten Sanggau, dukungan dari pihak Kecamatan Entikong dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini.

Untuk kedepannya diharapkan dapat terus menjalin kerjasama dengan seluruh pihak “Semoga di waktu mendatang kita dapat terus bersinergi mengembangkan potensi lokal daearah ini sehingga bisa lebih bermanfaat untuk perekonomian masyarakat,” Tambah Agung.

Kehadiran Ketua Dekranasda, Arita Apolina dalam acara ini juga memberikan kesan tersendiri bagi peserta.”Saya sangat apresiasi terhadap pelatihan batik yang pesertanya menyasar sebagian besar perempuan ini. Apalagi tahun ini, hari ibu mengusung tema Perempuan Berdaya Indonesia Maju. Saya harap peserta tetap melanjutkan program dengan menekuni kerajinan batik sehingga dapat menjadi tambahan pendapatan bagi rumah tangga,” harapnya.

Sebagai bentuk implementasi tanggung jawab sosial perusahaan, ANTAM telah melaksanakan berbagai program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi dan wilayah strategis lainnya baik dalam bidang pendidikan, sosial budaya, ekonomi dan lain sebagainya. Program yang dijalankan saat ini berupa pelatihan membatik merupakan bagian dari perhatian perusahaan terhadap pelestarian budaya bangsa yang juga merupakan icon kebanggaan negeri.

Acara penutupan pelatihan membatik hari ini dihadiri oleh Kadisnakertrans Provinsi Kalbar Ignasius, Ketua Dekranasda Kabupaten Sanggau Ibu Arita Apolina, Kadisperindagkop UM Kabupaten Sanggau Syarif Ibnu Marwan, Kepala UPT LKI Entikong Markus Dalon, VP Operations ANTAM UBP Bauksit Kalimantan Barat Agung Adrianto dan Sekretaris camat Entikong Kosmas Yul. (*/by)

Check Also

Perbatasan Dinilai Rawan Penyeludupan Narkotika

ENTIKONG, SuaraBorneo – Tidak bisa di pungkiri lagi daerah perbatasan merupakan wilayah yang sangat rentan …