Simulasi Kecelakaan Pesawat Digelar di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Evakuasi korban kecelakaan pesawat jenis Pesawat Boeing 737-900ER nomor penerbangan MR 106 milik maskapai Meratus Air di bandara Syamsudin Noor Banjarmasin berlangsung menegangkan. Pesawat dengan nomor registrasi PK-MRT rute Banjarmasin – Jakarta tersebut terpaksa return to base (BTS) karena mengalami kerusakan floop trouble.

Pesawat yang membawa 8 orang awak dan 190 orang penumpang ini mendarat darurat. Petaka terjadi saat pesawat touchdown, hingga mengalami hempasan yang kuat yang menyebabkan main wheel sebelah kanan patah. Selain bagian sayap kanan terbelah, pesawat juga mengalami kebakaran hebat.

Seluruh unsur penanggulangan keadaan darurat penerbangan yang sebelumnya telah siap, segera melakukan langkah penanganan setelah pesawat mendarat darurat.

Tim Tanggap Darurat berhasil memadamkan api dan memberikan pertolongan kepada korban yang terluka di area titik kumpul. Sementara tim ARFF melakukan pendataan korban.

Sementara personil keamanan bandara, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran bersama petugas kesehatan mengevakuasi para korban dari lokasi kecelakaan menuju collecting area untuk diidentifikasi oleh tim dokter dan DVI Polda Kalsel, sebelum dievakuasi dengan menggunakan ambulan menuju rumah sakit terdekat.

Namun Anda jangan salah kira, sebab kejadian ini hanya merupakan simulasi dalam rangkaian kegiatan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura I di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Kendati ini simulasi tapi ratusan petugas dari berbagai institusi serius langsung melakukan proses evakuasi. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak Angkasa Pura? Kegiatan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD)  terkait penanganan kecelakaan pesawat udara ini sengaja dilakukan pada malam hari mengingat kejadian darurat dapat terjadi kapanpun.

Sementara itu, dalam latihan PKD ini, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (biddokkes) Polda Kalimantan Selatan mengerahkan 13 tim medis yang dipimpin oleh Kombes Pol dr Erwin ZH. Tahapan yang dilakukan personil DVI Dokkes Polda Kalsel adalah Mencari, mencatat, melabel, sisa tubuh dan barang.

Tahap kedua, Post Mortem : yakni melakukan pemeriksaan mayat,  Property dll, pengambilan sidik jari dan DNA. Sedangkan tahap ketiga, Ante Mortem  : mengumpulkan data org hilang. Terakhir Rekonsiliasi membandingkan data AM dan PM, penetapan suatu identifikasi.

“Keterlibatan personil DVI Dokkes Polda Kalsel dalam latihan PKD ini merupakan wujud kerjasama pihak kepolisian dengan PT Angkasa Pura I Banjarmasin dan seluruh unsur terkait keselamatan penerbangan dalam upaya menciptakan kenyamanan dan menjamin keselamatan pengguna moda transportasi penerbangan,” ucap Kabiddokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Erwin ZH. (ed/ad)

Check Also

Kholis Hibatullah: Berbagi Tifs Agar Suara Bagus dan Merdu

SEKADAU, suaraborneo.com – Untuk mendapatkan suara bagus dan merdu tentu ada trik-trik tersendiri dalam melantunkan …