Hendak Lanjutkan Pendidikan, Disdik Kalteng Tolak Izin 6 Guru SMA

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng menolak izin enam guru SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3.

Pasalnya, pengajuan izin menyalahi peraturan Gubernur Kalteng.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Mofit Saptono mengatakan, enam guru itu dalam melanjutkan pendidikan tidak linier.

Artinya, tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang berjenjang. Misalnya guru pendidikan Kimia namun yang bersangkutan justru mengambil administrasi publik.

Seharusnya, imbuhnya, jika memang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi disiplin ilmunya harus serumpun.

“Dasar Pergub inilah yang kami jadikan dasar untuk menolak izin guru-guru tersebut,”kata Mofit kepada media, Rabu (12/10/2020).

Mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya ini menambahkan, pihaknya bukan tidak mengizinkan namun yang terpenting harus linier.

“Kalau yang bersangkutan pendidikan S1nya Ekonomi mengambil Akutansi itu masih bisa diizinkan,”tandasnya.

Menurutnya, fakta tersebut merupakan salah satu persoalan pendidikan yang ada di Kalteng. Selain itu, ada persoalan lain yang juga harus dibenahi seperti guru yang merangkap mengajar lebih dari satu mata pelajaran seperti guru matematika kemudian mengajar ilmu sosial.

Karenanya, ini banyak terjadi terutama di daerah pelosok yang notabene kekurangan tenaga pengajar.

Untuk pihaknya saat ini, tengah melakukan pemetaan daerah mana saja yang minim guru.

Sehingga nantinya ada formulasi dengan sistem penugasan guru yang ada di wilayah perkotaan.

Misalnya, dalam 2 bulan sekali guru matematika ditugaskan di sekolah yang tidak ada guru matematikanya.

Mofit yang saat itu didampingi Kasubag Umum dan Kepegawaian Kamto menjelaskan, sistem ini tengah dipersiapkan pihaknya termasuk soal kompensasi penugasan guru tersebut seperti uang transport.

Kemudian, biaya hidup, dan insentifinya, sehingga mau tak mau mereka para guru harus memgikuti aturan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Disdik Kalteng kewenangannya menangani SMA, SMK, SLB dengan jumlah guru sebanyak 4.000 ASN dan Guru kontrak 2.500 dengan jumlah siswa sebanyak 98 ribu siswa di 13 kabupaten dan satu kota. (ujang/ery-SB).

Check Also

Bertambah 25 Orang, Empat Orang Meninggal Dunia, Kalsel 918 Kasus Covid-19

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Tambah lagi pasien 25 kasus terkonfirmasi positif yang terpapar virus Corona, Covid-19 …