Majukan Perekonomian Daerah, BI Kembangkan Klaster dan UMKM

BANJARMASIN, SuaraBorneo –Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan secara keseluruhan tahun 2020 berpeluang tumbuh meningkat pada kisaran 4,5%-4,9%, lebih tinggi dari prakiraan tahun 2019.

Peningkatan tersebut utamanya didorong rumah tangga didorong perbaikan harga komoditas dank UMP. Sedangkan prakiraan peningkatan ekspor didorong oleh perbaikan ekspor batu bara sejalan dengan permintaan Tiongkok yangm kuat seiring kebutuhan PLTU baru dan adanya perjanjian daganga Indonesian Coal Mining Association (APBIHCMA) dan ChinaN Coal Association (CNCA). Adapun, investasi diprakirakant melambat seiring telah selesainya beberapa proyek besar padat 2019 di tengah berlanjutnya berbagai proyek infrastruktur dan Swasta, diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel (KPw BI Kalsel), Amanlison Sembiring, Rabu (12/2/2020).

Pada sisi penawaran, selain kinerja sektor pertambangan yang membaik, juga didukung peningkatan kinerja industri pengolahaan terkait implementasi kebijakan B30. Kinerja sektor Perdagangan, Hotel,
dan Restaurant kalendar wisata Visit Kalsel 2020 dan kegiatan berskala nasional seperti Hari Pers Nasional.

Sedangkan sektor pertanian diprakirakan tumbuh melambat akibat risiko curah hujan di atas normal yang dapat mengganggu produksi pertanian khususnya pada semester I-2020.

Inflasi Kalimantarn Selatan periode tahun 2019 mencapai 4,01% (yoy) masih berada di kisaran target nasional 3,5 1%. Inflasi tertinggi di tahun 2019 terjadi pada bulan Januari 0,81% (mtm), April 0,93% (mtm) dan Mei 0,90% (mtm) (periode Nataru dan Puasa serta Lebaran).

Sementara pada Januari 2020, inflasi Kalsel tercatat sebesar 0,31% (mtm) dan 3,07% yoy). Inflasi utamanya bersumber dari inflasik bahan makanan.

Terdapat tiga kota penghitung inflasi di Kalimantan Selatan, yakni Kota
Banjarmasin, Kota Tanjung, dan Kota Kotabaru. Pada Januari 2020 Kota
Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm), lebih rendah dari
bulan sebelumnya sebesar 0,57% (mtm). Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,43% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,97% (yoy). Kota Kotabaru tercatat mengalami inflasi sebesar 0,68% (mtm).

Di Kalimantan Selatan, lima komoditas pendorong inflasi terbesar jika
dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun lalu (yoy) adalah beras, ikan gabus, rokok kretek filter, mobil, dan ikan nila, namun jika dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) adalah ikan gabus, minyak goreng, rokok kretek filter, mobil dan cabai merah.

Adapun lima komoditas penahan inflasi terbesar jika dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun lalu (yoy) adalah angkutan udara, bensin, biaya pulsa ponsel, daging ayam ras, dan obat dengan resep, namun jika dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) adalah angkutan udara, daging ayam ras, bensin, baju muslim pria dan terong.

Desain program dalam kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) sesuai Roadmap Pengendalian Inflasi Nasional dan Daerah adalah:

A. Keterjangkauan Harga:
Monitoring Surplus-Defisit ketersediaan pasokan melalui koordinasi data Monitoring harga PIHPS kota penghitung inflasi dan Dinas Perdagangan kota nonpenghitung inflasi Memperluas RPK, Toko Tani Indonesia (TT), Ewarong, termasuk di pasar tradisional maupun aktivasi Pasar/Kios Penyeimbang Operasi pasar dan sinergi pengendalian harga dengan lInstansi.

Monitoringkesesuaian HET di pasar baik modern maupunP distribusi 10 komoditas utamaK belanja bijak saat HBKN, serta edukasi komoditas terkait tradisional pemberdayaan BUMD sebagai penyedia bahan pokok subtitusi, kehalalan, & higienitas daging beku.

Bank Indonesia berbagai stakeholder berupaya bersama memajukan perekonomian daerah dengan mengembangkan klaster dan UMKM.

Beberapa klaster dan UMKM unggulan yang telah dibina adalah Klaster
Bawang Merah di Kabupaten Tapin, Klaster Padi Unggul di Kabupaten
Tanah Bumbu, Klaster Ikan Air Tawar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Klaster Udang Basah di Kabupaten Kotabaru, dan Kerajinan Anyaman Purun dan llung (Ampulung).

Secara umum, target kenaikan produktivitas yang ditetapkan untuk
setiap klaster binaan adalah 10%, dan tiap klaster telah melampaui target yang ditetapkan, dengan rincian a) Klaster Bawang Merah 27,93%, 2 terintegrasi, 3) Klaster Ikan Air Tawar 11,10%, 4) Klaster Udang Basah 31%, dan 5) Pengembangan Wisata Kerajinan Anyaman Purun dan
llung (Ampulung) di Desa Banyu Hirang, Kec. Amuntai Selatan. (bi/ad)

Check Also

Puluhan Advokat Nasional Siap Dampingi Diananta

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sedikitnya sudah terdata 22 advokat dari penjuru tanah air yang siap mendampingi …