Kawasan Konservasi Jadi Perhatian Tinggi Presiden Jokowi

MAGELANG, SuaraBorneo – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat, 14 Februari 2020. Presiden RI Joko Widodo menegaskan upaya pemulihan lingkungan, baik di dalam kawasan hutan negara, maupun lahan masyarakat.

“Kita ingin memulai hal-hal yang berkaitan dengan ekosistem, satwa, flora fauna, juga penanaman kembali, reboisasi, di kawasan-kawasan yang sering banjir, tanah longsor,” ujar Presiden Jokowi, saat kunjungan kerja di Taman Nasional Gunung Merapi, tepatnya di Wisata Alam Jurang Jero, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Jumat (14/02).

Kawasan hutan disana, hingga sekarang masih dalam proses reboisasi, pasca erupsi besar di tahun 2010.

“Tadi saya sampaikan untuk menanam vetiver, tanam tanaman yang fungsi hijaunya ada juga fungsi ekonominya juga ada. Saya kira itu akan terus saya dorong,” ucapnya.

Reboisasi disini penting dilakukan, karena wilayah Srumbung merupakan lereng Gunung Merapi yang dibawahnya rata-rata adalah pemukiman.

Tercatat jumlah desa di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi sebanyak 30 desa. Jadi, upaya rehabilitasi di kawasan ini terus dilakukan.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pengayaan tanaman bawah atau underneath untuk menjaga stabilitas tanah di kelerengan. Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon Pulai (Alstonia scholaris), bersama masyarakat yang selama ini memanfatkan jasa lingkungan Gunung Merapi seperti “Pencinta Merapi Harmonis“, juga bersama pramuka dan TNI. Wilayah yang ditanami ini, termasuk zona rehabilitasi TN Gunung Merapi.

Perlindungan lingkungan juga penting agar sejalan dengan kemakmuran ekonomi masyarakat, yang saat ini aktif untuk kegiatan ekowisata.

Gunung Merapi memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat yang tinggal di kaki Merapi. Total nilai ekonomi bagi masyarakat 30 desa penyangga, senilai 59,48 Milyar dengan rincian dari wisata 14,8 Milyar (24,9%), air 2,9 Milyar (4,9%), rumput 19,4 Milyar (32,6%), rencek 3,7 Milyar (6,2%), perdagangan kayu bakar 0,08 Milyar (0,1%), pembuatan arang 1,8 Milyar (3%), serta pasir dan batu 16,8 Milyar (28,2%).

Keanekaragaman hayati di kawasan-kawasan konservasi juga menjadi perhatian Presiden Jokowi, seperti halnya di TN Gunung Merapi.

Untuk menguatkan populasi satwa di alam, Presiden Jokowi melakukan pelepasan Elang Jawa 2 ekor asal Kuningan, dan Ciamis. Selain itu, disiapkan juga 2 ekor Elang ular bido asal Yogyakarta yang tengah menjalani habituasi untuk kemudian dilepasliarkan ke alam.

“Kawasan ini memiliki kemampuan untuk menampung 6 pasang sebetulnya, tapi yang dilepas hari ini hanya satu pasang elang jawa. Jika ada lagi elang nanti dilepaskan lagi. Yang dilepas tidak hanya elangnya saja, tetapi juga burung-burung yang kecil, sebagai pakan elang,” kata Presiden Jokowi.

Kawasan TN Gunung Merapi memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, misalnya jenis aves ada 162 jenis diantaranya elang jawa, dan elang brontok; serangga 128 jenis, reptil 17 jenis, dan mamalia 16 spesies seperti kijang, kucing hutan, lutung hitam, dan landak.

Selain itu, tumbuh disana sebanyak 647 jenis tumbuhan pohon, seperti anggrek, palma, dan bambu. TN Gunung Merapi juga memiliki 77 jenis anggrek.

TN Gunung Merapi memiliki luas 6.607,52 Ha, dengan Gunung Merapi sebagai areal pokoknya. Gunung Merapi merupakan gunung api teraktif di dunia kedua setelah Gunung Etna di Pulau Sisilia, Italy. (*/ad)

Check Also

Kholis Hibatullah: Berbagi Tifs Agar Suara Bagus dan Merdu

SEKADAU, suaraborneo.com – Untuk mendapatkan suara bagus dan merdu tentu ada trik-trik tersendiri dalam melantunkan …