Jarot Winarno Dialog Dengan Warga Desa di Pedalaman, Mencari Solusi

SINTANG, SuaraBorneo – Dalam kunjungan kerja Bupati Sintang Jarot Winarno ke kecamatan kayan hulu mendeklarasikan Desa Mapan Jaya Sebagai Desa ODF (Open Defecation Free).

Kunjungan ini guna untuk mendengarkan keluhan masyarakat yang ada di desa pedalaman terutama untuk pembangunan Infrastruktur dasar. “Ini merupakan kebutuhan yang sangat di perlukan warga desa pedalaman sebab kegawat daruratan Infrastruktur dasar serta kebutuhan ekonomi menjadi masalah terbesar kita yang harus kita hadapi,” ungkap Jarot Winarno Bupati Sintang.

“Saya sudah 4 tahun menjabat sebagai Bupati dari 391 desa dan rata – rata sudah saya datangi desa – desa yang terjauh dan terpencil yang ada di kabupaten sintang ini,” ujarnya.

“Kedatangan kita beserta rombongan ke desa Tapang Menua untuk mencari solusi bagaimana membangun infrastruktur jalan dari kecamatan tebidah menuju desa yang ada di perhuluan sungai kayan ini,” tambah Jarot.

Jarak jalan dari Desa Tebidah ke desa Tapang menua kira – kira 34 kilo meter dan tentunya bisa menghemat waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam serta menghemat biaya agar perkembangan ekonomi masyarakat pedalaman lebih baik lagi, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di kabupaten sintang.

“Saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Sintang dari satu 10,5 persen menjadi 9,65 persen, tentu kedepannya akan bertekat menurunkan angka kemiskinan lebih rendah lagi, dengan begitu tidak akan memunculkan ketimpangan pembangunan di kota dengan desa dan akan di jamin pada tahun 2021 nanti jalan menuju desa tapang menua ini akan di Fungsionalkan,” janji orang nomor satu di Kabupaten Sintang ini, Jarot Winarno.

Selain jalan, pendidikan, kesehatan bahkan listrik, juga menjadi kebutuhan mendasar bagi kita untuk merasakan hidup merdeka di daerah pelosok dan terpencil, dengan ada nya PLTMH Gurung Tajak ini akan mampu menerangi desa Tapang Menua juga tiga dusun yang ada. “Kita sudah melihat dan mencari solusi untuk PLTMH gurung tajak ini supaya tahun ini bisa di Fungsikan kembali karena membangun PLTMH membutuhkan biaya yang mahal namun murah dalam pengunaannya,” kata Jarot.

“Air terjun gurung tajak ini merupakan potensi yang sangat luar biasa dan harus kita jaga untuk di manfaatkan sebaik baiknya demi kemakmuran masyarakat dan pastikan tahun ini harus sudah berfungsi untuk menerangi desa Tapang Menua,”Pesan nya.

Siswanto,selaku ketua koperasi Apang Semangai menyampaikan PLTMH Gurung Tajak ini di bangun pada tahun 2013 lalu sempat berfungsi namun sempat terhenti karena kepengurusan koperasi Apang Semangai tidak berjalan dengan baik. “Dulu memang pernah berfungsi dan juga pernah tidak berfungsi karena dalam kepengurusan koperasi tidak berjalan dengan baik,” ungkapnya.

“Biaya pembuatan PLTMH dengan perangkat lain menelan biaya 1,5 Miliar, jarak tempuh turbin ke desa sekitar 1,2 km bahkan tiang listrik pun sudah ada terpasang, dengan begitu besar,” tambahnya.

“Harapan kami kepada pemerintah daerah agar bisa membantu untuk melanjutkan pengoperasian kembali PLTMH di desa kami yang berkekuatan 7500 watt ini dan hanya mampu menerangi sebanyak 218 kepala keluarga dan 845 jiwa dan pasilitas umum lain nya,” tutup Siswanto. (BRY)

Check Also

Dampak Covid-19, Anggaran Peningkatan Jalan Status Provinsi di Sanggau Terpangkas

SANGGAU, SB – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar yang dipimpin H Subhan Nur menemui …