Libur Sekolah di Sanggau Diperpajang Hingga 18 April 2020

SANGGAU, suaraborneo.com – Bupati Sanggau.Paolus Hadi mengumumkan liburan sekolah yang semula ditetapkan dari tanggal 17 Maret – 02 April 2020 kini diperpanjang hingga 18 April 2020. Pemberitahuan tersebut disampaikan Bupati melalui surat edaran nomor: 420/1203/Dikbud.B tentang kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus desease (Covid-19) di Kabupaten Sanggau.

Dalam surat tertanggal 30 Maret 2020 itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau memutuskan beberapa kebijakan pendidikan, yakni, Pertama, membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada jenjang SMP/sederajat tahun pelajaran 2019/2020 di wilayah Kabupaten Sanggau. Kedua, membatalkan pelaksanaan tes tertulis ujian sekolah (US), ujian satuan pendidikan (USP) yang telah ditetapkan sebelumnya pelaksanaan tes tertulis akan diganti dengan bentuk Take home exam yang hasilnya akan digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Teknis pelaksanaan take home exam akan diatur melalui surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau.

Ketiga, penentuan kelulusan peserta didik SD dan SMP sederajat tahun pelajaran 2019/2020 sebagai akibat dari dibatalkannya UN akan diatur melalui surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. Keempat, penentuan pelaksanaan kenaikan kelas peserta didik SD dan SMP sederajat yang terdampak penyebaran covid-19 akan diatur melalui surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. Kelima, memperpanjang proses pembelajaran seluruh siswa jenjang PAUD, SD/sederajat, SMP/sederajat di rumah masing-masing dari tanggal 03 April hingga 18 April 2020.

Keenam, satuan tugas tetap memberikan penugasan selama peserta didik melakukan proses pembelajaran di rumah masing-masing. Proses pembelajaran dapat dilakukan secara darring yang pelaksanaannya telah diatur melalui surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau nomor: 420/915/Dikbub tanggal 16 Maret 2020 tentang petunjuk pelaksanaan belajar darring/online pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Ketujuh, menunda/membatalkan seluruh kegiatan di lingkungan sekolah yang bersifat mengumpulkan orang banyak sampai batas waktu yang ditentukan kemudian.

Dan kedelapan, enginfirnasikan kepada orang tua/wali bahwa selama proses penlmbelajaanr dialihkan di rumah maeing-masing seluruh peserta didik wajib berada di rumah, mengurangi aktifitas di luar rumah, menghindari tempat keramaian dan melakukan perjalanan ke luar daerah serta senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (Bry)

Check Also

Dampak Covid-19, Anggaran Peningkatan Jalan Status Provinsi di Sanggau Terpangkas

SANGGAU, SB – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar yang dipimpin H Subhan Nur menemui …