Lewat Citilink, Puluhan Santri Banua Mudik Terlantar di Bandara Juanda

SURABAYA, SuaraBorneo.com – Antisipasi Pandemi Virus Corona (Covid-19) Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur gelar mudik akbar seluruh para satrinya pulang ke daerahnya masing-masing (dikembalikan ke orang tua mereka) terkecuali daerah berzona merah terpapar virus Corona.

Para santri yang berasal dari Banua (Kalimantan Selatan) daerah bukan zona merah terpapar Covid-19 dipulangkan semua (mudik akbar).

Dua santri dari Banjarmasin (Kalsel), M Jalaluddin Shaufie (18) dan Ahmad Zen Mursyid (12) sudah 5 hari memesan tiket dengan Maskapai Citilink, booking tiket keluar (terlampir) keberangkatan 5 April 2020, pagi pukul 06.00 dan 10.35 (DI336E) akhirnya gagal berangkat, salah satu dari mereka terlantar menunggu keberangkatan esok siang pukul 14.00.

 

Pemda setempat (Pemprov Kalsel) jauh-jauh hari sudah memberitahukan untuk antisipasi penyebaran virus Corona kedatangan dari luar daerah lewat bandara (pesawat) cuma 1 kali, Seperti yang diberitakan sebelumnya, kebijakan untuk melakukan pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar provinsi, tertuang dalam Surat Keputusan Gubenur (Kepgub) Kalsel Nomor : 188.44/021/kum/2020, tentang pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar daerah provinsi, per-tanggal 31 Maret 2020.

Ketua rombongan, Alimun, kepulangan santri ke Banjarmasin berjumlah 34 orang, kaget atas perubahan jadwal keberangkatan.

“Sempat saya urus ke Bandara terutama maskapai Citilink, jawaban mereka cuma ada 2 opsi, dibatalkan (cancel) atau menunggu (delay), cuma 12 orang yang bisa berangkat hari ini Minggu 5 April 2020, siang pukul 14.00, sisanya terpaksa esok dan mereka mencari penginapan dekat bandara,” ungkapnya via Whatsapp ke salah satu orang tua santri merasa khawatir, Minggu (5/4/2020).

Setelah melakukan konfirmasi lewat Call Center di 08041080808 Citilink.

“Perubahan schedule dari maskapai, kami akan menginformasikan lewat nomor kontak yang ada di kode booking,” katanya.

“Jadi pertanyaan, kenapa kode booking (tiket) dikeluarkan setelah para penumpang sudah berada di Bandara dan ada perubahan, mereka semua jadi terlantar dan maskapai tidak mau tau, menginap dimana,” ungkap Ady salah orang tua santri.

Atas kejadian ini, semoga kinerja maskapai Citilink lebih akurat memberikan kepastian keberangkatan para penumpang.

“Situasi keadaan sekarang terutama Pandemi Virus Corona, Maskapai harus jeli jangan sampai terjadi lagi membikin para penumpang terlantar,” harapnya. (ad-sb)

Check Also

Kominfo Kapuas : Harus Bijak Dalam Bermedsos

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kapuas Dr H Junaidi, SE, …