Dampak Covid-19, Stok Gula Pasir di Perbatasan Langka

SANGGAU, SuaraBorneo.com – Salah satu dampak dari adanya wabah virus covid-19 atau corona diwilayah perbatasan Indonesia Malaysia Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau saat ini stok gupa pasir di perbatasan langka.

Meski ada stok, namun harga melambung tinggi dari harga sebelumnya dua belas ribu rupiah perkilogram menjadi dua puluh hingga dua puluh lima ribu rupiah perkilogramnya.

Sedangkam untuk permintaan pembeli gula pasir tersebut dari masyarakat banyak sehingga tidak terpenuhi semua.

Stok gula pasir di perbatasan mulai langka sejak Pemerintah Negara Malaysia melakukan lockdown secara menyeluruh disetiap pintu perbatasan salah satunya pintu yang berbatas langsung dengan negara Indonesia yakni Pos Lintas Batas Negara PLBN Entikong Kabupaten Sanggau.

Pasalnya, Masyarakat perbatasan mayoritas untuk memenuhi stok kebutuhan pokok seperti gula pasir tersebut dari Negara tetangga Malaysia.

“Untuk saat ini stok gula pasir di perbatasan sudah mulai langka bahkan kosong susah dicari,” ungkap Budi pemilik toko. Selasa, (7/4/2020)

“Kalau ada stok pun harganya pun melambung tinggi dari dua belas ribu rupiah perkilogram menjadi dua puluh ribu hingga dua puluh lima ribu rupiah perkilogramnya,” ujarnya.

Masyarakat berharap langkanya ketersediaan stok gula pasir tersebut tidak berlarut lama. (Bry)

Check Also

Nyaman Beribadah, Bank Kalsel Bantu Renovasi Mushola

BARABAI, SuaraBorneo – Dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dan menjadikan …