Bupati Kapuas Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Wabah Covid-19

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat menetapkan Kabupaten Kapuas kedalam Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Penyebaran Wabah Penyakit akibat Corona Virus Diseases-2019 (Covid-19) selama 28 hari terhitung mulai tanggal 22 April 2020 sampai dengan 19 Mei 2020.

Penetapan status tanggap darurat tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas nomor 183/BPKAD tahun 2020 yang mana dalam rangka mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah penyakit akibat Covid-19 diseluruh wilayah Kabupaten Kapuas maka Pemerintah Daerah perlu segera mengambil langkah-langkah kedaruratan dengan meningkatkan status dari siaga darurat bencana menjadi tanggap darurat bencana.

Didalam surat keputusan tersebut diterangkan penetapan jangka waktu Status Tanggap Darurat dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan penanganan Darurat Bencana dilapangan. Sedangkan untuk segala biaya yang ditimbulkan akibat ditetapkannya keputusan tersebut dibebankan pada APBD Kabupaten Kapuas, APBD Provinsi Kalimantan Tengah dan APBN maupun Sumber Dana lain yang sah dan tidak mengikat.

Diterangkan pula bahwa Kabupaten Kapuas telah ditetapkan kedalam zona merah penyebaran covid-19 pasca hasil test laboratorium terhadap salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal rujukan Kabupaten Kapuas di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya yang mana dinyatakan Positif Covid-19 pada tanggal 9 April 2020. Kemudian berdasarkan laporan terakhir per tanggal 24 April 2020 dimana terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak dua orang di dua desa/kelurahan sehingga jumlah kasus positif di Kabupaten Kapuas menjadi lima orang.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga menjelaskan dengan dikeluarkannya keputusan tersebut maka semua elemen masyarakat maupun Pemerintah harus bekerja sama dalam mengerahkan seluruh sumber daya nya, baik dari SDM, peralatan, logistik, penyelamatan, kesehatan, kemudahan pengadaan barang dan berbagai hal lainnya.

“Seluruh komponen harus bersinergi untuk penanganan Covid-19 ini dan jangan saling menunggu untuk berbuat sesuatu. Kita harus saling bekerja sama dan juga melakukan tugas sesuai tufoksi masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” ungkapnya. (hmskmf/ujang/ery-SB).

Check Also

Nyaman Beribadah, Bank Kalsel Bantu Renovasi Mushola

BARABAI, SuaraBorneo – Dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dan menjadikan …