Kenangan Seorang Jurnalis Juga Sebagai Relawan Pengajian Guru Zuhdi

Ket Foto : Malam lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah di tahun kemaren mengantar zakat Fitrah di kediaman rumah guru Zuhdi.

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Berita sebelumnya guru kami KH Amadh Zuhdiannor biasa dipanggil Guru Zuhdi mengalami sakit dan dirawat di RS Medistra Jakarta, menghembuskan nafas terakhir Sabtu (2/5/2020) pagi sekitar pukul 07:40 WIB.

Riwayat penyakit beliau surat keterangan dari Rumah Sakit Medistra dengan Dokter penanggung jawab, Dr Gunawan, SpPD, diagnosa Kanker Paru dd/ kanker kelenjar getah bening. Pasien telah mengalami pemeriksaan untuk SARS-COV2 (Covid-19) dinyatakan Negatif.

Sebagai relawan pengajian Guru Zuhdi, Ady Wiryawan yang juga merupakan seorang jurnalis dari media online SuaraBorneo.com merasa kaget setelah mendapat telepon dari rekan relawan.

“Memang beberapa kali telepon berdering disaat masih tertidur lelap setelah sholat subuh dan bersahur, saya merasa tidak percaya, setelah dicek keberapa rekan dan informasi seputar media sosial Whatsapp, ternyata benar,” ujar Ady.

Kenangan selama menjadi relawan Guru Zuhdi sejak tahun 2015 sampai beliau menghempuskan nafas terakhir kedatangan mayat pada pukul 18.00 Wita di kebumikan di samping rumah beliau, kampung kami jalan Antasan Kecil Timur (belakang Masjid Jami Sei Jingah) RT.05 kota Banjarmasin.

“Sebagai relawan mengatur kedatangan para jamaah parkir kendaraan di malam Sabtu di rumah kediaman dan malam Minggu di Masjid Jami Sei Jingah, sekaligus menambah ilmu agama, bekal di akhirat kelak,” ungkap Ady.

Selama menjadi relawan di pengajian Guru Zuhdi, betapa pentingnya ilmu agama setelah beberapa hari bekerja mencari nafkah untuk keluarga.

“Dunia untuk syariat tetap kita kerjakan tapi jangan lupa menimba ilmu agama penting demi kalian diakhir hayat, memang jauh hari sebelum di bulan Ramadhan 1441 Hijriah dalam tausyiah beliau berpesan, ingatkan guru mungkin paling lama 5 tahun lagi paling cepat 1 tahun kurang akan menghadap Illahi, apa yang saya sampaikan dalam tausyiah ilmu agama harus dikerjakan, jangan lupa selalu berzikir dan bersholawat,” pesan guru Zuhdi.

Semoga guru kami tercinta KH Ahmad Zuhdiannor mendapat nikmat disisi Allah SWT, meninggal dalam keadaan husnul khatimah, berkumpul bersama para Waliullah, Aamiin Ya Robbal Alamin. (ad/sb)

Check Also

Patahkan Klaim Indonesia Politica Studies, Indikator Rilis Prediksi Kemenangan ZR 60,3 Persen

BATULICIN, SuaraBorneo.com – Indikator Politik Indonesia adalah sebuah lembaga survey independen nasional yang terdaftaf di …