Jurnalis Dibalik Jeruji Besi, Aliansi Meratus Layangkan Surat ke Polda Kalsel Minta Bebaskan Diananta

 

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Buntut dari penahanan eks pimred Banjarhits.id Diananta Putra Sumedi terkait dugaan pelanggaran UU ITE oleh Polda Kalimantan Selatan terus menuai rasa solidaritas diberbagai kalangan termasuk dari penggiat lingkungan hidup maupun dari rekan seprofesi.
Beberapa orang perwakilan aktivis sipil yang tergabung dalam Aliansi Meratus diantaranya, Kisworo Dwi Cahyono (Direktur Walhi Kalsel), Muhammad Reza Fahlipi (Ketum Kalimantan Peduli/Jurnalis),Gusti Nordin Iman dari Yayasan Sumpit dan Ketua BPH Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalsel, dan Tarida Situmpol (Jurnalis) mendatangi Polda Kalsel, jalan DI Panjaitan Banjarmasin, Rabu sore (13/5/20).

Menurut penuturan Kisworo Dwi Cahyono, ia bersama teman-temannya datang ke Polda Kalsel untuk menyerahkan Surat Pernyataan Sikap atas penahanan Diananta Putra Sumedi sebagai wujud keprihatinan sekaligus menemui Kapolda yang baru dan menjenguk eks pimpred Banjarhit.id tersebut yang ditahan diruang Tahti (Tahanan Dan Barang Bukti) Polda Kalsel.

“Kami yang tergabung di Aliansi Meratus menyatakan sikap atas penahanan yang dilakukan oleh Polda Kalimantan Selatan. Sikap ini tertuang dalam surat tertanggal 6 Mei 2020 yang isi pokoknya mendesak Kapolda Kalimantan Selatan agar membebaskan Dinanata tanpa syarat. Kedua, usut tuntas dugaan konflik agraria yang diduga dilakukan oleh perusahaan, dan agar semua pihak benar-benar menghormati kebebasan pers,serta mendesak Presiden, DPR, Komnasham, Kapolri, Gubernur Kalimantan Selatan dan Kapolda Kalimantan Selatan untuk komitmen dan serius dalam menjamin kebebasan pers dan keselamatan rakyat,” tutur pria yang akrab disapa Cak Kis tersebut.

Mereka menduga, akar permasalahan terletak pada konflik agraria yang terjadi, bukan karena dari konten pemberitaan yang diunggah Diananta di laman Banjarhits.id pada bulan November 2019 silam.

“Harusnya dugaan indikasi konflik agrarianya yang diusut hingga tuntas, bukan menahan Jurnalis yang selama ini menjadi corong suara rakyat dan pilar demokrasi,” tegas Cak Kis.

Surat Pernyataan Sikap dari Aliansi Meratus tersebut diterima oleh Aspripim yang selanjutnya disampaikan kepada Kapolda Kalimantan Selatan yang baru Irjen Pol. Dr. Nico Afinta S.I.K, S.H, M.H.

“Sebenarnya kami ingin menyerahkan surat pernyataan sikap ini secara langsung kepada pak Kapolda,sayangnya karena beliau masih sibuk sehingga surat tersebut kami titipkan kepada Aspripim. Semoga dalam waktu dekat ini kami bisa segera bertemu beliau,”pungkasnya. (rf-sb)

Check Also

Kamis, Presiden Dipastikan Lakukan Kunker ke Kapuas

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat yang diwakili oleh Pj Sekretaris …