Covid-19 Gubernur Kalteng Sholat Eid Dirumah Saja

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Dalam rangka penanganan dan pencegahan perkembangan penyebaran wabah Pandemic Virus Covid-19 serta pelaksanaan kegiatan keagamaan di Provinsi Kalimantan Tengah, Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan Rapat Virtual bersama dengan FKPD Provinsi, Bupati/Wali Kota se-Kalteng serta Tokoh Agama melalui Video Conference.

Rapat dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran beserta jajaran didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Kalteng, Ketua MUI Kalteng, Ketua PP. Muhammadiyah Kalteng, Ketua NU Kalteng serta Ketua FKUB Provinsi Kalteng.

Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Kapuas HM. Nafiah Ibnor yang didampingi Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas H. Masrani, Unsur FKPD Kabupaten Kapuas, Ketua MUI Kabupaten Kapuas KH Nurani Sarji , Rois Suryah NU KH Muchtar Ruslan, Ketua PD. Muhammadiyah H Masrani, Ketua FKUB H Masyumi Rivai dan Kepala OPD terkait Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Kapuas, Jumat (22/05/2020) pagi.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menyepakati bersama FKPD Provinsi danTokoh Agama Islam Kalteng agar pelaksanaan Sholat Eid di seluruh Kalimantan Tengah ditiadakan untuk bersama – sama mencegah penularan Covid-19 melonjak naik. Hal tersebut juga dijelaskan di dalam Instruksi Gubernur Kalimantan Tengah Nomor : 188.54/47/BPBPK yang intinya agar warga umat Islam tidak melakukan Sholat Hari Raya Idul Fitri berjamaah di masjid-masjid maupun tanah lapang dan menggantinya dengan melakukan bersama keluarga inti di rumah masing-masing.

“Mengingat bahwa Provinsi Kalimantan Tengah saat ini masih dalam masa Pandemic Covid-19 yang mempunyai kasus positif Covid-19 sebanyak 256 orang dengan rincian Pasien Dalam Perawatan (PDP) sebanyak 121, Sembuh 121 dan meninggal sebanyak 14 orang, maka dengan hasil kesepakatan bersama dengan ini menyatakan bahwa Sholat Eid di Masjid/Musholla ditiadakan dan diganti dengan Sholat Eid dirumah saja,”ucapnya.

FKPD dan Tokoh Agama Provinsi Kalimantan Tengah mengharapkan masyarakat Kalteng bisa memahami, memaklumi dan menghormati keputusan Gubernur Kalimantan Tengah mengenai hal tersebut serta mendukung hal yang dilakukan Pemerintah dalam rangka menanggulangi penyebaran penularan Covid-19 yang bisa saja akan melonjak naik kedepannya nanti.

Menyikapi hal tersebut Wakil Bupati Kapuas HM. Nafiah Ibnor menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kapuas untuk melaksanakan Sholat Eid dirumah saja dikarenakan angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Kapuas adalah yang tertinggi diseluruh Kalimantan Tengah.

Diterangkan pula bahwa di Kabupaten Kapuas, kasus positif meningkat tajam menjadi 31 kasus dan tingkat Mortalitas atau kematian paling tinggi dengan angka kesembuhan yang rendah. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Kapuas beserta Unsur Forkopimdan dan Tokoh Agama serta Masyarakat memutuskan untuk melaksanakan Sholat Ied tetap di rumah saja.

“Kita tadi telah mendengarkan bersama – sama apa yang telah disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah bersama dengan Majelis Ulama dan Forkopimda Provinsi Kalteng bahwa kita di Kabupaten Kapuas adalah daerah dengan angka kematian paling tinggi di Kalteng, untuk itu masyarakat diminta melaksanakan Sholat Eid dirumah saja. Agar tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19 di Kapuas dan kita sama – sama berdoa semoga wabah ini cepat berlalu di Kabupaten Kapuas,”tukas Nafiah.

Dirinya juga menjelaskan MUI Kabupaten Kapuas telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 10/DP-D.MUI-KPS/V/2020 yang dalam surat tersebut dijelaskan guna mencegah penyebaran virus corona, hendaknya umat Islam di Kabupaten Kapuas tidak melakukan Sholat Idul Fitri di Mesjid, Langgar, Mushola dan di Lapangan terbuka serta menggantinya dengan melaksanakan Sholat Idul Fitri bersama keluarga di rumah masing-masing.

Dalam surat tersebut juga disampaikan agar tidak melakukan takbiran keliling pada malam Idul Fitri, tidak mudik atau pulang kampung dan apabila ingin melakukan silaturahmi, dapat dilaksanakan dengan menggunakan Video Call atau Media Sosial.

“Saya harap masyarakat Kabupaten Kapuas dapat mentaati dan memaklumi himbauan yang telah diberikan oleh Pemerintah karna semua ini dilakukan demi menyelamatkan masyarakat dari terjangkitnya virus corona,” imbuh Wabup.

Dalam kesempatan tersebut, Unsur FKPD Kabupaten Kapuas juga menambahkan sesuai dengan instruksi Gubernur dan FKPD Provinsi Kalteng agar pawai takbiran juga ditiadakan dan diganti takbiran hanya menggunakan kaset di Masjid oleh pengurus masjid atau hanya pengurus Masjid/Musholla yang mengumantangkan Takbir Hari Raya Idul Fitri. (hmskmf/ujang/ery-SB).

Check Also

Turut Berduka, Kapolda Kalsel Melayat Anggota Korban Penyerangan Orang Tidak Dikenal

KANDANGAN, SuaraBorneo.com –Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. melayat …