Pasca Malaysia Lockdown, 585 WNI Pulang dari Malaysia Lewat Jalan Tikus

ENTIKONG, SuaraBorneo.com – Kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara tetangga Malaysia tidak hanya melewati Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Kabupaten Sanggau saja.

Namun, kepulangan WNI dari Malaysia melewti jalan tikus atau jalur tidak resmi sektor kiri dan kanan PLBN Entikong juga masih terjadi hingga sekarang ini.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, menjelaskan bahwa pasca pemerintah negara Malaysia melakukan lockdown di setiap pintu perbatasan secara nasional sejak tanggal 18 Maret hingga 31 Mei 2020, kepulangan WNI dari jalan tikus atau jalur tidak resmi sudah tercatat sebanyak 585 orang. Sedangkan khusus bulan Mei, tercatat sebanyak 209 orang.

“Sejak tanggal 18 Maret sampai dengan 31 Mei 2020 ini tercatat sudah sebanyak 585 WNI yang pulang dari Malaysia lewat jalan tikus atau hutan sektor kiri maupun kanan PLBN Entikong,” jelas Letkol Inf Kukuh Suharwiyono. Senin, (1/6/2020).

“Sedangkan khusus di bulan Mei saja tercatat sebanyak 209 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika menemukan para WNI yang pulang dari Malaysia melewati jalan tikus atau hutan tersebut maka mereka akan memeriksa suhu tubuhnya. Sejumlah thermogun telah disiapkan Satgas Yonif R-641/Bru di setiap pos pengawasan jalur-jalur tidak resmi maupun pada saat patroli. Setelah diamankan, para WNI tersebut akan dibawa ke PLBN Entikong untuk mengikuti tahapan proses protokol kesehatan dan dilakukan pendataan identitas serta dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan.

Kukuh Suharwiyono juga menyampaikan, menyikapi kepulangan WNI dari Malaysia melewati jalan tikus atau jalur tidak resmi yang hingga kini masih terus terjadi, pihaknya akan terus memperketat pengamanan dan pengawasan serta selalu bersinergi dengan instansi terkait di perbatasan sehingga kepulangan para WNI dari negara Malaysia bisa terdata semua dan mengikuti proses protokol kesehatan Covid-19. (Bry)

Check Also

100 RTLH Masyarakat Balangan Selesai di Rehab

PARINGIN, SuaraBorneo – Sebanyak 100 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di dua desa di …