Hari Laut se-Dunia Walhi Kalsel: Carut Marut Tata Kelola Daratan Jangan Sampai Terjadi di Lautan 

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Hari ini 8/06/2020 merupakan Hari Laut Sedunia yang tentunya rutin diperingati oleh para aktivis maupun penggiat lingkungan diseluruh dunia,tidak terkecuali WALHI Kalimantan Selatan.

Dimomentum Hari Laut Sedunia ini Direktur Eksekutif WALHI KALSEL Kisworo Dwi Cahyono, berdasarkan Perda RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil) mendesak pemerintah untuk komitmen melindungi darat,pesisir, lautan,dan pulau-pulau kecil termasuk nelayan-nelayan tradisional.

Pria yang akrab dipanggil Cak Kis tersebut juga mendesak agar pemerintah menertibkan Pelabuhan-Pelabuhan Khusus (Pelsus) yang ada dipesisir dan mengaudit lingkungan terhadap perusahaan-perusahaan penghasil sampah dan limbah,baik sektor pertambangan maupun perkebunan monokultur skala besar (sawit).

“Pemerintah wajib komitmen melindungi dan menyelamatkan daratan,pesisir, lautan,dan pulau-pulau kecil termasuk nelayan-nelayan tradisional berdasarkan Perda RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil). Pemerintah berkewajiban menertibkan Pelabuhan-Pelabuhan Khusus (Pelsus) yang ada dipesisir dan mengaudit lingkungan terhadap perusahaan-perusahaan penghasil sampah dan limbah,baik sektor pertambangan maupun perkebunan monokultur skala besar (sawit).”ujarnya.

Dari 3,7 Juta hektar luas Kalimantan Selatan, 50 persennya dikuasai oleh ijin tambang dan perkebunan sawit. WALHI Kalsel menyebutkan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan darut ruang dan ekologis,hal tersebut mengancam terhadap lingkungan, ekosistem, udara yang bersih termasuk juga ancaman terhadap lautan.
Tidak hanya mengancam ekosistem didarat,adanya tambang dan perkebunan sawit juga mengurangi ruang tangkapan ikan bagi nelayan-nelayan tradisional akibat pencemaran yang terjadi dilaut.

” Carut marutnya tata kelola daratan jangan sampai terjadi dilaut. Adanya tambang dan perkebunan sawit berdampak pada ekosistem darat dan laut yang juga mengurangi ruang tangkapan ikan bagi nelayan-nelayan tradisional akibat pencemaran ,” tegasnya.

Pemerintah wajib memastikan keselamatan rakyat dan lingkungan baik darat dan pesisir serta laut tetap terjaga agar ikan tetap banyak, tambahnya lagi. (Pp/Rz)

Check Also

Niat Tulus, Merubah Pemimpi Jadi Pemimpin

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Mohamad Sohibul Iman, Ph.D menyampaikan …