Dandim 1007/Bjm : Corona Sulit Dihentikan, Jika Protokol Kesehatan Diabaikan

BANJARMASIN, SuaraBorneo -Dampak yang di timbukkan dari pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa dan banyak membawa kerugian disegala sektor kehidupan.

Oleh karenanya, kita harus bersama-sama Memikirkan mencari solusi agar penyebaran Covid-19 ini segera berakhir dan kehidupan berjalan normal kembali seperti sediakala.

Hal tersebut disampaikan Dandim 1007/ Banjarmasin Kolonel Inf Anggara Sitompul saat mengikuti Rapat Kordinasi dan Penyampaian Informasi Covid-19 bersama tim gugus tugas di Aula Kayuh Baimbai Kantor Pemko Banjarmasin Jalan RE. Martadinata No 1 pada, Jum’at (19/6/2020).

Dalam rapat koordinasi yang melibatkan satgas Covid-19 dari tingkat provinsi sampai tingkat kelurahan tersebut Dandim 1007 Banjarmasin selaku Dansubsatgas Penegakan Disiplin Protokol kesehatan Covid-19 kota Banjarmasin mengharapkan agar seluruh lapisan masyarakat ikut berperan aktif mendukung program pemerintah dalam upaya mengatasi dan memutus penyebaran virus corona ini.

”Cukup dengan menerapkan disiplin,baik disiplin diri sendiri maupun terhadap lingkungan. Kemudian patuhi dan jalankan protokol kesehatan dengan benar , ” Tegasnya.

Menurutnya, ketika warga mengabaikan disiplin protokol kesehatan maka penyebaran baru akan terus bertambah, seperti yang terjadi di kelurahan Pekapuran Raya. 67 warganya dinyatakan positif corona,paling banyak dikota Banjarmasin bahkan tingkat provinsi Kalimantan Selatan.

Persoalan baru tentu akan muncul. Dan akan semakin mempersulit keadaan yang sudah sulit ini.Tim satgas juga tentunya. Disini peran para ketua RT dan Ketua RW sangat kita harapkan.

”Harus lebih aktif lagi untuk mendisiplinkan warganya, ”pintanya.

Kedepan Polri akan membuat Kampung Tangguh Banua yang tujuannya untuk memutus penyebaran Covid-19, kita harus mendukung dan bersatu agar apa yang menjadi kesulitan dilapangan dapat diatasi bersama.

Menurut laporan dari kepala Puskesmas Kota Banjarmasin Dr.Widi Utami, kendala utama dilapangan adalah masih kurangnya kesadaran dari warga.Masih banyak warga yang menolak untuk dilakukan rapid test dan Swab.

Bahkan pasien rapid Test Reaktif maupun Swab Positif tidak patuh menjalani Karantina mandiri, namun menolak keras di Karantina di Rumah Sakit Karantina maupun rumah Karantina yang telah disediakan.

Rapat koordinasi ini sendiri digelar untuk mendengar aspirasi dari tim gugus Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sekaligus menyatukan persepsi mencari solusi terbaik setelah kelurahan Pekapuran Raya 67 warganya positif Covid-19. (ism/ad)

Check Also

BNK Kapuas Sosialisasikan Bahaya Narkoba di PT LAK Kapuas

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Kapuas lakukan sosialisasi penyuluhan bahaya narkoba untuk …