Meski Turun, Bupati Minta Semua OPD Bergerak Soal Stunting

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat meminta terkait penanganan stunting di wilayah Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.

“Semua harus bergerak dari OPD pemerintah kecamatan hingga tingkat desa,”tegas orang nomor satu di Kapuas kepada wartawan usai Rakor Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten di Aula Bappeda Senin (6/7/2020).

Menurut orang nomor satu di Kapuas ini persoalan stunting khususnya di Kapuas harus dapat ditekan sehingga semakin menurun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Apendi menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir kasus stunting di Kabupaten Kapuas diakui terjadi penurunan.

Dikemukakan berdasar perkembangan data katanya kasus stunting pada bulan Februari 2020 melalui aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau e-PPGM di wilayah Kabupaten Kapuas terdapat 22.990 balita yang sudah diukur berat badan dan tinggi badan sebanyak 18.089 balita.

“Dalam hal ini kisarannyaa 78,7 persen dari jumlah total balita yang sudah diukur hasilnya adalah jumlah stunting 2.480 artinya dalam persentase jumlahnya 13,7 persen,”katanya.

Dia melanjutkan adapun upaya
menurunkan angka stunting melalui berbagai upaya salah satunya adalah melalui program Ketupat Kuning atau Ketuk Pintu Sehat Kurangi Stunting digagas Dinkes Kapuas.

“Angka stunting pada 2013 yakni 45 persen lebih 2018 41,2 persen, kedepan hingga 2023 kita upayakan turun,”jelas Kadinkes menambahkan. (ujang/ery-SB).

Check Also

Ibnu Sina: Ujian Covid-19, Hadapi Dengan Sabar dan Syukur

BANJARMASIN, SB – Menghadapi situasi sulit pada pandemi Covid-19 dengan menanamkan sikap sabar dan bersyukur …