22 Orang WNI Pulang Dari Malaysia Lewat Jalan Hutan

ENTIKONG, SB – Hingga kini kepulangan WNI dari negara tetangga Malaysia melalui hutan atau jalur tidak resmi di sepanjang perbatasan RI-Malaysia sektor kiri dan kanan Pos Batas Negara PLBN Entikong masih terus terjadi, terlebih WNI yang berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal atau non prosedural.

Seperti kali ini, sebanyak 22 orang WNI pelintas batas ilegal yang pulang dari Malaysia melewati hutan atau jalur tidak resmi, yakni 2 orang melewati Dusun Segumun Kecamatan Sekayam dan 20 orang lainnya melewati jalan hutan di sektor kiri dan kanan PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, yang berhasil diamankan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 641/Beruang.

Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono menyampaikan sejak negara Malaysia memberlakukan lockdown beberapa bulan lalu untuk mengantisipasi pandemi Covid-19, hampir setiap hari tercatat adanya PMI yang pulang ke Indonesia lewat jalur tidak resmi.

“Pada hari selasa 7 Juli, saat anggota melakukan patroli pada malam hari, anggota kami mengamankan sebanyak 22 orang WNI yang pulang dari Malaysia melewati jalan hutan atau jalur tidak resmi di dua tempat yang berberda,” jelas Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang. Kamis, (9/7/2020).

“Yang pertama di jalan hutan sektor kiri dan kanan PLBN Entikong dan selanjutnya di jalan hutan Dusun Segumun Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau,” tambah Kukuh.

Semua WNI tersebut selanjutnya dibawa ke PLBN Entikong untuk mengikuti prosedur protokol kesehatan, mulai dari mencuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh sampai dengan penyemprotan disinfektan pada barang bawaan mereka. Kemudian dibawa ke pihak Imigrasi dan Bea Cukai guna diadakan pendataan. Terakhir, dilakukan rapid test di instansi kesehatan setempat untuk selanjutnya diijinkan kembali melanjutkan perjalanan jika hasilnya non reaktif.

Menyikapi makin meningkatnya WNI yang masuk lewat jalur tidak resmi, Satgas Pamtas Yonif R-641/Bru tetap meningkatkan kegiatan patroli dan pengawasan jalan-jalan tikus di sepanjang perbatasan.

Kegiatan ini dilakukan tidak hanya sebagai langkah antisipasi arus masuk WNI dari Malaysia, tetapi juga akan mencegah adanya oknum yang mencoba mengirim WNI secara non prosedural ke Malaysia. (Bry)

Check Also

KPU Kalbar Monitoring Data Pemilih di Perbatasan

SEKADAU, suaraborneo.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Sunsong menerima kunjungan Visitasi Tim Rombongan anggota Komisi Pemilihan …