Warga Banjarbaru Wajib Pakai Masker Berada di Tempat Umum

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kota Banjarbaru membuat kebijakan penerapan sanksi berupa denda sebesar Rp250 ribu bagi warga yang melanggar protokol kesehatan tidak menggunakan masker berada di tempat umum. Jumlah warga yang terinfeksi virus korona di Kota Banjarbaru sebanyak 301 orang dan 15 orang di antaranya meninggal dunia.

Penerapan sanksi denda bagi warga yang tidak menggunakan masker itu tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwali) Banjarbaru nomor 20/2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19. Perwali ini di dalamnya mengatur mengenai protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker saat di luar rumah, serta tidak membuat atau berada di kerumunan.

“Ini merupakan upaya kita untuk mengatasi pandemi virus korona yang hingga kini masih berlangsung,” tutur Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, Selasa (14/7).

Sanksi diberikan kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan berupa sanksi adminitratif teguran tertulis, pembinaan fisik terukur, kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum hingga denda minimal Rp100 ribu sampai Rp250 ribu.

Pemkot Banjarbaru juga membuat aturan pembatasan kegiatan di tempat umum dimana warga dilarang melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari lima orang di tempat umum atau fasilitas umum. Pelanggaran aturan ini juga akan dikenakan sanksi.

Kota Banjarbaru merupakan lima daerah penyumbang kasus virus korona terbanyak di Kalsel. Sangsi pelanggar kesehatan protol covid-19 sebagaimana tertuang dalam Perwali Banjarbaru nomor 20 tahun 2020 ini pertama kali di terabkan di kalimantan selatan, tegas Nadjmi Adhani. (hrs-sb)

Check Also

Sekda Sintang Buka Bimtek Fashion Tenun Bagi IKM Terdampak Corona

SINTANG, suaraborneo.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, membuka pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Bagi …