SMA Karya Sekadau Menerapkan Sistem Belajar Daring

SEKADAU, suaraborneo.com – SMA Karya Sekadau merupakan satu di antara sekolah di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, yang menerapkan sistem belajar daring di tahun ajaran baru 2020/2021.

Kepala SMA Karya Sekadau, Sumardi tak memungkiri adanya kendala yang dihadapi dalam proses belajar jarak jauh tersebut. Di sekolah tersebut proses belajar mengajar efektif dilakukan per 20 Juli 2020.

“Memang sistem belajar daring ini cukup berat. Pertama, guru juga merasa berat karena tidak bisa melayani anak secara maksimal dari sekian siswa dalam satu kelas itu pasti ada yang tidak terakses. Itu hambatan mereka. Itu memang kita alami dalam sistem daring ini,” kata Sumardi, Kamis (23/7).

Sumardi merasa sasaran pembelajaran tidak tercapai karena tidak dilakukan tatap muka. Sumardi pun mengungkapkan, para guru mengeluhkan kondisi itu karena merasa tidak puas memberikan pelajaran secara daring.

“Kenapa? Karena kita tidak ketemu dengan anak, tidak bisa membentuk karakternya dan segala macam. Di situ mereka (guru) mengungkapkan sistem daring ini terasa ada yang kurang,” ucapnya.

Kendala lain yang dihadapi siswa, yakni akses internet tempat tinggalnya tidak ada hingga ada yang tak memiliki gadget. Bahkan, Sumardi menerima keluhan orang tua terkait biaya lebih yang harus mereka keluarkan, seperti membeli kuota.

“Di SMA ada 16 mata pelajaran, satu mata pelajaran bisa 20-30 menit. Berapa kuota yang habis? Tapi itulah hambatan yang dirasakan dalam sistem daring ini. Kondisinya seperti ini, kita laksanakan semampunya. Kita tidak bisa memaksa,” ungkap Sumardi.

Saat dijumpai sejumlah guru di SMA Karya Sekadau standby di depan komputer atau handphone untuk memberikan materi melalui aplikasi Zoom atau WhatsApp. Proses belajar mengajar daring itu sempat terhenti karena akses internet lemot.

“Siswa yang memiliki alat komunikasi bisa mengirim tugas lewat online. Tetapi, bagi siswa yang tidak punya (gadget) atau akses internet tidak ada, tugas itu mereka antar secara manual di pertengahan Agustus nanti. Itu cara kita berkoordinasi dengan siswa jangan sampai dianggap karena COVID-19 tidak ada pembelajaran efektif. Kita akan atur sedemikian rupa dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan,” jelas Sumardi.

“Tanggal 13-14 Juli itu kelas X kita kumpulkan di sekolah. Kenapa harus dikumpulkan? Kita berikan penjelasan apa yang harus disiapkan untuk sistem belajar daring ini. Kelas X ini kan peralihan dari SMP ke SMA. Tanggal 15-16 Juli itu kelas XI kita kumpulkan, kita jelaskan sistem belajar daring dan mereka harus tahu wali kelasnya, siapa ketua kelasnya. Kemudian tanggal 17-18 Juli itu kelas XII, kita berikan penjelasan yang sama,” papar Sumardi.

“Ini kita lakukan secara bergelombang untuk menghindari kerumunan. Kita tetap memperhatikan protokol kesehatan, di sekolah wajib pakai masker, disediakan tempat cuci tangan dan tetap menjaga jarak,” tambah Sumardi.

Sumardi mengatakan, pihaknya tetap mengikuti imbauan pemerintah. Bahkan, pihaknya sudah mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu sekolah tatap muka kembali digelar.

“Kami mohon semua pihak, orang tua bisa memaklumi situasi ini. Ini bukan kemauan kita, tapi demi keselamatan bersama. Kita juga berharap dukungan orang tua murid,” pungkasnya.(Ps)

Check Also

Wabup Sambut Kunjungan Bupati Tapin

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Wakil Bupati Kapuas H M Nafiah Ibnor sambut kunjungan Bupati Tapin …