Hari ini Media Massa Berada Dibelakang Media Sosial

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN)  Kalimantan Selatan, Anas Aliando mengatakan, saat ini posisi dan peran media massa sudah kalah oleh media sosial dalam penyampaian informasi. Sebab, menurut wartawan senior Harian Kalsel Pos itu,  perkembangan teknologi dan tingginya minat masyarakat menggunakan media sosial membuat peran media massa tak lagi sekuat dahulu.

“Hari ini media massa itu berada di belakang media sosial, ketika media sosial sudah mengambil seluruh fungsi media massa,” kata Anas kepada Suara Borneo, Minggu (26/7/2020) siang.

Anas  mencontohkan, untuk mengetahui sebuah peristiwa, publik kini lebih cenderung mengakses informasi dari media sosial. Di media sosial, menurut pria yang terkenal humoris tersebut, informasi yang disampaikan hampir memenuhi seluruh unsur 5W+1H.

Peran media massa kini bagi publik, menurut Anas, tinggal untuk mencari tahu unsur why atau mengapa yang lebih komprehensif dan mendalam dari sebuah peristiwa. Untuk itu, Anas meniali, seharusnya media massa harus mencari cara agar kembali kepada jati diri sebagai garda terdepan penyampai informasi bagi masyarakat.

Salah satu caranya, menurut pria kelahiran Barabai itu, para jurnalis yang bekerja di perusahaan pers harus lebih gigih dalam mendapatkan berita dengan penyajian yang mendalam, akurat, dan meyakinkan. Namun, Anas menyayangkan saat ini cukup sering jurnalis media massa yang justru menyajikan berita dengan mengutip pernyataan-pernyataan narasumber dari akun sosial media.

Anas menambahkan, fakta yang bersirkulasi di media sosial seharusnya mengutip informasi dari media massa dan bukan malah sebaliknya. Bukan hanya media online atau cetak, Anas menilai, media televisi juga mengambil informasi dari media sosial sebagai video viral dan trending topic sebagai bahan berita.

“Ketika media massa mengandalkan media sosial untuk mendapatkan informasi, di situlah letak kekalahan media massa,” cetusnya.

Di sisi lain, menurut Anas, praktik media massa mengutip media sosial sebenarnya memancing cibiran publik. Sebab, tanpa dikutip menjadi berita di media massa pun, publik juga dapat mengakses pernyataan narsum tersebut lewat media sosial.

Untuk itu, Anas mendorong media massa agar dapat mengembalikan posisi sebagai garda terdepan dalam penyampaian berita terpercaya. Karena pemberitaan di media massa, menurut Anas, lebih dapat dipertanggungjawabkan ketimbang di media sosial. (*/ad)

Check Also

Ketika Sanksi Berlaku, Dari Kerja Sosial Hingga Jadi Relawan Gugus Tugas Covid-19

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Ada hal menarik disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kapuas …