Jelang HUT RI ke 75, Pemkab Sintang Putuskan Gelas Upacara Sederhana Di Halaman Kantor Bupati

SINTANG, suaraborneo.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang yang diwakili oleh Yustinus J Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang memimpin jalanya rapat koordinasi persiapan peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 Tahun 2020 di Ruang Rapat Sekda Sintang pada Senin, 27 Juli 2020.

Yustinus J Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Republik Indonesia yang ke 75 Tahun 2020 wajib menerapkan protokol kesehatan sehingga Pemkab Sintang memutuskan untuk melaksanakan upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Sintang dan upacara renungan suci di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi.

“Kegiatan lain dalam peringatan HUT RI ke 75 tidak ada. Jadi hanya 2 kegiatan ini yang kita laksanakan. Pemkab Sintang memutuskan untuk menjalankan seluruh protokol kesehatan saat pelaksanaan upacara bendera karena pandemi covid-19. Kita akan menggelar upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Sintang dengan peserta dan petugas upacara yang sangat terbatas. Tahun sebelumnya kita melaksanakan upacara di Stadion Baning Sintang. Peserta upacara bendera hanya anggota Forkopimda, Kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, TNI, Polri, Pol PP dan tokoh masyarakat. Petugas upacara juga hanya berasal dari ASN, TNI dan Polri. Untuk aubade kami putuskan diambil dari anggota paskibraka. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Sintang” terang Yustinus J.

“Upacara akan dilaksanakan jam 07.00 WIB. Usai upacara, seluruh peserta upacara dan undangan akan ikut upacara secara virtual upacara peringatan detik-detik HUT Prokolmasi di Istana Negara yang akan dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang jam 10.00 WIB. Penurunan bendera tetap jam 16. 30 WIB” tambah Yustinus J.

“Pelatihan paskibraka tahun 2020 juga kita larang untuk diasramakan atau diinapkan. Tetapi latihan setiap hari sekitar 1,5 jam per hari dan berangkat dari rumah masing-masing. Karena yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera hanya 3 orang saja. Anggota paskibraka yang lain hanya kami tugaskan sebagai anggota aubade atau paduan suara saat upacara” tambah Yustinus J.

Yustinus J menambahkan bahwa yang diundang saat upacara di Lingkungan Pemkab Sintang juga hanya kepala OPD saja sementara eselon III kebawah tidak diundang untuk ikut upacara. “Namun kita minta untuk mengikuti upacara di Istana Negara melalui media elektronik saja” pinta Yustinus J.

Sulaiman Sekretaris Disporapar menjelaskan pihaknya siap menjalankan arahan karena memang kondisi tidak memungkinkan. “Anggota paskibraka juga akan segera berlatih menyanyi karena ditugaskan sebagai anggota aubade” terang Sulaiman.

Ekhsan Kasi Pengembangan Pemuda Disporapar menjelaskan sudah memutuskan bukan diklat tetapi hanya pelatihan. “Kami akan melatih 6 orang untuk petugas menaikan dan menurunkan bendera. Dan 2 orang yang memegang baki untuk menaikan dan menurunkan bendera. Jumlah anggota paskibraka ada 35 orang. Kami akan melakukan rapat lagi untuk tidak menginapkan anggota paskibraka, mengingat anggota paskibraka yang lulus ini berasal dari kecamatan jadi kami harus melakukan banyak pertimbangan saat memutuskan tidak menginapkan anggota paskibraka. Kami juga akan tetap mengupayakan untuk ada pengukuhan anggota paskibraka” terang Eksan.

Paulinus Kabag Tapem Setda Sintang menjelaskan anggota aubade berasal dari anggota paskibraka karena untuk membatasi jumlah peserta. “Sehingga anggota paskibraka yang sudah terpilih tetap bisa berkarya. Di tingkat provinsi bahkan paskibraka 2020 dikembalikan ke daerah masing-masing dan mereka menggunakan paskibraka 2019” terang Paulinus.

Iwan Purwanto Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mengharapkan agar panitia dalam membuat undangan nanti ada catatan dalam undangan tersebut untuk wajib menggunakan masker.

“Peserta yang dalam keadaan sakit agar tidak hadir, undangan yang sudah melakukan perjalanan dari kawasan zona merah covid-19 agar tidak perlu ikut upacara, lokasi acara di pendopo harus disemprot desinfektan sebelum digunakan untuk mengikuti upacara virtual. Hitung jumlah peserta dan undangan upacara sesuai kapasitas lapangan. Agar jangan sampai berdesak-desakan. Kami juga akan menyiapkan petugas dan peralatan yang diperlukan saat upacara nanti” terang Iwan Purwanto.

Kapten Inf. Hendi Solehman. S Pasi Pers Kodim 1205 Sintang menjelaskan pihaknya siap ditugaskan sebagai koordinator apel kehormatan dan renungan suci. “Kami juga akan melaksanakan kegiatan pengibaran bendera merah putih di puncak bukit kelam dan lomba dayung” terang Hendi.

Gunawan Kasubag Protokol Bagian Prokopim Setda Sintang menjelaskan kebiasaan mengambil bendera di Pendopo Bupati Sintang juga ditiadakan. “Jadi bendera merah putih sudah ada di tangan anggota paskibraka. Perwira di Korem, Polres dan Kodim juga tidak diundang. Yang diundang hanya pimpinan saja. Untuk membatasi peserta upacara” terang Gunawan. (Bry)

Check Also

Ditta : Food Estate Pemerintah Beri Kejelasan Masyarakat

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Pengacara yang juga pemerhati lingkungan dari Yayasan Pusaka Bentala tergabung dalam …