Masuk Era New Normal, Pengunjung Wisata Bukit Sepancong Bengkayang Didatangi 2000 Pengunjung

BENGKAYANG, suaraborneo – Wisata bukit Sepancong Spot 2 atau dikenal dengan Sepadang Hill resmi dibuka oleh pengelola pada Jumat (19/6) lalu. Pembukaan tersebut sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan dimasa new normal.

Sejak dibuka, belum terhitung satu bulan jumlah pengunjung sudah mencapai 2000 orang atau pendaki. Antusiasme pengunjung tidak hanya dari kota Bengkayang saja, namun banyak juga dari luar kota. Sehingga jumlah tersebut dianggap membludak.

“Tanggal 19-30 Juni kita buka full tiap hari, setelah kita evaluasi keadaan, kita ubah jadi buka tiga hari saja, yakni buka Jumat, Sabtu dan Minggu,” ucap Ketua Komunitas Pencinta Alam Tana’k Panyanggar Kalbar yang juga merupakan pengelola Sepadang Hill dan kebun anggrek, Hatari, Minggu (2/8).

Kata Hatari, karena keterbatasan tenaga yang melayani selama masa pemilihan dan pemeliharaan lokasi wisata sehingga lokasi wisata tidak dibuka setiap hari. Tentu, juga mempertimbangkan efektivitasndan lainnya.

“Jumlah pengunjung Sepadang Hill (bukit Sepancong spot 2) dari buka tanggal 19 Juni sampai 30 Juli sebanyak 1585 orang. Kalau digabung dengan yang pengunjung hanya sampe hutan anggrek hampir 2000 orang,” ucapnya.

Hatari menyebutkan, sesuai dengan informasi sebelumnya yang sudah disampaikan lewat media sosial dan surat resmi, bahwa tempat wisata Bukit Sepancong Spot 2 (Sepadang Hill) Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang di buka tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Pembukaan tempat wisata ini tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan dan sudah kita buat SOP, untuk menjadi acuan baik oleh pengelola tempat wisata maupun oleh pengunjung/pendaki,” ungkapnya.

Kata Hata, antusiasme pengunjung/pendaki yang rindu melihat dan merasakan keindahan alam di ketinggian ini terlihat dari banyaknya peminat yang sudah mendaftar lewat media WA ke contact person yang telah di lampirkan dalam pengumuman.

Sebagai pengelola, ia berharap agar para pengunjung dapat selalu memperhatikan dan mentaati Standard Operating Prosedure (SOP) yang telah dibuat oleh pengelola Sepadang Hill.

Lebih jauh kata Hata, SOP tersebut tentu mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan tentang Standar Protokol Kesehatan penanganan covid-19 untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan yang kuat guna menekan penyebaran covid-19 di masa keNormalan baru.
Hatari menyatakan ada beberapa SOP yang diberlakukan untuk setiap pendaki atau pengunjung yakni wajib mengunakan masker, wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan atau menngunakan sanitizer sebelum memasuki area. Tetap menjaga jarak (physical distance). Wajib registrasi atau mendaftar secara online via WA di nomor yang tersedia, dan kuota pengunjung terbatas.
“Hal ini dilakuan dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai Covid-19, meskipun sudah dibuka pada kenormalan baru,” bebernya.

Hata menambahkan, peraturan dan keputusan tersebut sudah disepakati bersama Pemdes Cipta Karya, BPD Cipta Karya, BUMDesa Panyanggar Desa Cipta Karya dan unit usaha pengelola Sepadang Hill dan Hutan Anggrek.

Kepala Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Benyamin Calvin juga menghimbau kepada pendaki atau pengunjung Sepadang Hill dan Kebun Anggrek untuk menaati aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak pengelola, demi kebaikan bersama.
“Kepada pengunjung yang hendak mendaki ke bukit Sepancong spot 2 untuk bisa ikuti aturan dan protokol kesehatan. Hal itu demi melindungi diri sendiri dan orang lain. Sehingga dukungan terhadap pemerintah dapat kita laksanakan,” ucapnya.
Calvin berharap, pandemi ini segera berlalu dan benar hilang dari dunia dan Indonesia. Sehingga aktifitas dapat berjalan normal.
Selain itu, diwilayah Desa Cipta Karya timnya saat ini tengah mencari spot baru atau tempat wisata baru di desa Cipta Karya yang sangat potensi sebagai tempat wisata. Ternyata kata Calvin, masih banyak tempat yang indah terdapat di desa Cipta Karya.

“Akan segera kita luncurkan tempat wisata baru nanti, sekarang lagi pembenahan dan eskpor juga potensinya. Nanti akan kita sampaikan ke publik, yang pasti beberapa tempat yang sangat indah tidak kalahnya juga dengan Sepancong, tentu hal tersebut kita kelola dengan baik,” pungkasnya. (Sr).

Check Also

Walau Sudah Berlangsung Daring, Para Ulama Tetap Banyak Berdatangan di Persidangan Despi

KOTABARU, SB – Walau sudah dilaksanakan secara daring, sidang Despianoor tetap dipadati para ulama dari …