Pemuda Dayak Siap Dukung Pilkada Damai dan Kondusif

BENGKAYANG, suaraborneo– Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (OKP) Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang menyatakan sikap dukungan terhadap pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2029 di kabupaten Bengkayang. Pernyataan sikap tersebut disampaikan di depan Ramin Bantang, Kabupaten Bengkayang wujud dari keperdulian OKP Dayak pada Pilkada Bengkayang, demi Pilkada aman, damai dan kondusif, Senin (10/8).

Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Lipus menyatakan, pemilihan Kepala Daerah merupakan suatu pelaksanaan kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD Tahun 1945 untuk memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Dan Kabupaten Bengkayang adalah salah satu daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Oleh karena itu pemuda dayak Kabupaten Bengkayang menyatakan harapan kepada fitur-fitur buang maju dapat mementingkan kepentingan masyarakat.

Lipus berharap, agar pilkada 2020 nantinya dapat menghasilkan pemimpin yang bersih, dan berpola pikir untuk memajukan Kabupaten Bengkayang.
“harapan kami yang mendambakan seorang kepala daerah yang bersih, berpihak kepada kepentingan masyarakat, berpikir untuk kemajuan daerah Kabupaten Bengkayang, yang mampu mengatasi permasalahan yang ada di daerah kabupaten Bengkayang baik dibidang ekonomi, sosial dan budaya, pendidikan dan infrastruktur serta pemerintahan,” ungkapnya.

Kata Lipus, Pilkada serentak 9 Desember 2020 merupakan pilkada yang rawan dan mengancam kesehatan semua orang. Pasalnya, Pilkada tahun 2020 ini ditengah pandemi Covid-19 yang merajalela di seluruh indonesia bahkan dunia. Namun keberanian pemerintah telah mengambil keputusan untuk tetap melaksanakn pilkada serentak ditahun 2020 ini dengan segala pertimbangan-pertimbangan yang rasional.

“Sebagai suatu kepedulian pemuda terhadap proses kemajuan demokrasi di Indonesia dan khususnya daerah kabupaten Bengkayang sekaligus akan terus mengawal kebijakan pemerintah yang berani untuk mengambil sikap secara bijak dengan segala pertimbangan rasional untuk menggelar Pilkada Serentak tahun 2020 di masa pandemi ini. Oleh sebab itu, dengan ini kami Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang menyatakan sikap dukungan pilkada aman, damai dan kondusif,” jelasnya.

Penyertaan sikap tersebut menyangkut beberapa hal, pertama : OKP Dayak Bengkayang mendukung pilkada yang aman, damai dan kondusif.
Kedua, OKP Dayak mendukung pilkada serentak 9 Desember 2020 yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia.
Ketiga, OKP Dayak mendorong pemerintah daerah Penyelenggaraan pemilu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan Covid-19, untuk tetap melaksanakan sesuai protokal Kesehatan.
Keempat, OKP Dayak mendukung pemimpin yang nasionalis bukan yang berpaham rasis.
Kelima, OKP Dayak menolak politik yang dalam pilkada yang akan merusak tujuan dan motivasi calon kepala daerah untuk mengutamakan kepentingan masyarakat yang berpotensi melahirkan koruptor.

Selian itu, keenam OKP Dayak menolak dan mengecam kampanye dengan memanfaatkan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).
Ketujuh, OKP Dayak menolak dan menentang kampanye hitam (black campign).

“Harapan pemuda dayak adalah agar CABUP DAN CAWABUB bisa mengikuti prosedur Pilkada dengan baik serta tidak boleh saling menyudutkan atau menjelekkan calon-calon lainnya,” harap Lipus.

Ditambahkan, Albert Pandur Sae Pudaba, Bendahara Pemuda Dayak Bengkayang, bahwa pernyataan sikap ini yang sampaikan bersama di depan ramin bantang Bengkayang jelas menunjukkan keperdulian pemuda Dayak terhadap Pilkada Bengkayang.

Selain beberapa pernyataan sikap yang disampaikan, pemuda Dayak juga berharap para peserta kontestasi pilkada ini dapat menunjukkan program kerja yang konkrit.

“Kami menegaskan siapapun yang menjadi peserta calon bupati dan wakil Bupati Bengkayang pada tahun 2020 ini untuk dapat mengedukasi masyarakat dengan baik melalui program kerja dan contoh konkrit kedepan apa yang akan dilakukan untuk membangun kabupaten bengkayang. Ga perlu meluk-meluk,” tambah Pandur, yang baru-baru ini menyelesaikan gelar Magister Sosial di Fakultas Fisip , Jurusan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak.

Iankembaki ingatkan, agar para calon Bupati nantinya tidak membawa isu-isu sara, baik itu agama, suku dan ras karena ini tidak baik bagi kehidupan demokrasi di Bengkayang.

” mari kita pertahankan kehidupan masyarakat Bengkayang yang saat ini sudah hidup damai dan aman. Bengkayang adalah rumah kita bersama dan milik kita bersama, mari kita isi dengan kegiatan dan program kerja yang konkrit dan positif untuk mensejahterakan masyarakat kita. Siapapun kedepan yang akan memimpin kabupaten Bengkayang sebagai pemuda kami adalah agen kontrol dan siap mengawal jalannya pemerintahan ini agar kedepan kita bisa menjadi daerah yang maju dan tidak tertinggal dengan daerah lainnya yang ada di Kalimantan Barat,” tegas Pandur. (Sr).

Check Also

Kampanye Paslon PANAH Disambut Antusias Warga Desa Manggala dan Nanga Pintas

MELAWI, SUARABORNEO – Menjelang akhir masa kampanye safari politik pertemuan dengan warga di sejumlah Kecamatan …