Selama Pandemi Covid-19, 285 Gugatan Cerai Tercatat Di PA Kapuas

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Selama masa pandemi Covid-19 banyak pasangan suami istri yang melakukan gugatan cerai.

Pengadilan Agama Kuala Kapuas mencatat dari bulan Januari hingga pertengahan Agustus tahun 2020 ini perkara gugatan perceraian sebanyak 285 dan sebagian besar diajukan oleh pihak istri.

Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 263 kasus gugatan yang sudah diputuskan.

Menurut Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kuala Kapuas Junaidi SAg menerangkan untuk bulan Januari hingga pertengahan Agustus tahun 2020 Pengadilan Agama Kuala Kapuas mencatat sebanyak 217 kasus gugatan perceraian dari pihak wanita dan 46 kasus cerai talak dari pihak pria.

“Rata-rata permohonan gugatan perceraian disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya perselisihan antar pasangan faktor ekonomi adanya pihak ketiga suami tidak bertanggung jawab dalam menafkahi keluarga mapun meninggalkan istri tanpa kabar selama berbulan-bulan,”terang Junaidi kepada Tim Humas Kominfo Senin (10/8/2020) pagi.

Dikatakannya dari semua proses persidangan yang di lakukan di pengadilan Agama Kuala Kapuas semuanya dilakukan secara langsung di ruang persidangan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Lebih lanjut dikatakan data sebanyak 285 ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni periode Januari hingga Agustus tahun 2019 tercatat berjumlah 269 kasus.

Dirinya menuturkan apabila ada yang gugat cerai suaminya atau cerai talak istrinya sebelum disidangkan tetap diusahakan untuk bisa rujuk bagi kedua belah pihak dengan proses mediasi.

“Sebelum proses gugatan cerai ataupun cerai talak terlebih dahulu diusahakan bagi mereka untuk bisa rujuk kembali dengan cara mediasi sebab cerai sebenarnya bukan solusi yang terbaik,”ujarnya. (ujang/ery-SB).

Check Also

Wabup Sambut Kunjungan Bupati Tapin

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Wakil Bupati Kapuas H M Nafiah Ibnor sambut kunjungan Bupati Tapin …