Lewat Jalan Rusak, Plt Kadisdikbud Bengkayang Monev di Sekolah Perbatasan

BENGKAYANG, suaraborneo – Plt. Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bengkayang bersama rombongan melakukan kunjungan ke SDN Sentabang, Kecamatan Jagoi Babang

untuk melakukan Monetoring dan Evalusi serta pembinaan terhadap tenaga pendidik dan kependidikan dalam melakukan kegiatan pembelajaran di masa Covid-19.

Dari kunjungan tersebut beberapa keluhan dari warga, seperti akses jalan dari kampung menuju kota kecamatan, sehingga menyebabkan anak-anak putus sekolah.

“Dari hasil kunjungan pembinaan tersebut diperoleh beberapa keluhan dan hambatan warga Sentabeng yaitu Akses Jalan dari Desa Sekida dan Ibu kota Kecamatan Jagoi Babang menuju Dusun Sentabeng yang tidak layak dan sulit dilalui yang menjadi penyebab utama untuk anak-anak mereka putus sekolah tidak melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA yang berada di ibu kota Kecamatan Jagoi Babang,” ungkap PLT. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bengkayang, Gustian Andiwinata, Kamis (13/8).


Kata Gustian, jika akses jalan bagus tentu bisa dilalui kendaraan bermotor dalam 30 menit.

“Jalan dari Dusun Sentabeng menuju Kecamatan Jagoi Babang jika jalan bagus bisa dilalui dengan kendaraan bermotor 30 menit. Tapi dengan kondisi jalan seperti saat ini ditambahkan musim penghujan bisa membutuhkan waktu dua jam,” ucap Mantan Kabag Perbatasan Kabupaten Bengkayang ini.

Masyarakat Sentabeng pun meminta pemerintah pusat memenuhi janji Kompanye presiden Jokowi membangun dari pinggiran. Karena Sentabeng merupakan sebuah Dusun yang berada di titik Nol Perbatasan Negara NKRI dengan Malaysia dan Kecamatan Jagoi Babang yang merugikan ibu kota Kecamatan nya merupakan salah satu Lokpri (lokasi prioritas) pembangunan perbatasan.

“Dusun Sentabeng merupakan Dusun yang berbatasan langsung dengan Kampung Negara tetangga yaitu Kampung Setaas Distrik Bau Residen Kuching, Sarawak Malaysia. Akibat banyaknya anak- anak mereka putus sekolah dan akhirnya menjadi kuli di Negara tengga Malaysia,” tambah Gustian, yang juga merupakan warga perbatasan.

Lanjut ia, warga Sentabeng yang juga tidak ada jaringan Listrik dan Sinyal internet meminta pemerintah pusat melalui Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan bisa membagi pembangunan jalan bagi mereka, agar anaknya dapat sekolah dan hasil ladang dan kebunnya dapat dikeluarkan untuk dijual ke pasar. (Sr).

Check Also

Personil Gabungan di Kabupaten Sekadau Gelar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan

SEKADAU, suaraborneo.com – Operasi Yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan di kabupaten Sekadau pada hari ini, …