Sungai Keruh, Aktifitas Peti Gunakan Alat Berat Masih Berlanjut di Hulu Sungai Benuang

BENGKAYANG, SB – Aktifitas Penambang Emas Tanpa ijin (Peti) kian Menambah gerah Warga di Sekitar aliran Sungai Benuang Di Kecamatan teriak Kabupaten Bengkayang Saat ini.(26/8)

Pasalnya ,Akibat Peti ini Daerah Aliran sungai ( Das) Tak lagi bisa di Fungsi kan untuk Mandi,mencuci pakaian apalagi untuk di Konsumsi karena Kondisi air yang sudah Keruh dan menguning.

Upaya untuk Menghentikan Peti di hulu Sungai Benuang terus di Lakukan masyarakat bahkan oleh aparat setempat Namun hal tersebut Tak mempan

Bahkan Untuk menghentikan Peti tersebut ,Camat Teriak Kabupten bengkayang,Busmet mengaku Sudah sering mengingatkan Pelaku untuk Berhenti melakukan aktifitas Peti baik secara Lisan maupun dalam bentuk surat teguran.

Peti Yang Masih beraktiftas tepatnya Di dusun Pakeng batas Desa Dharma Bhakti dan Desa Bahkti Mulya antara Kecamatan bengkayang dan Kecamatan teriak bahkan sempat menelan korban Jiwa akibat tertimpa pohon di lokasi peti seorag pekerja Asal Sambas kejadian pada 25 Juli 2020 lalu

“ saya Selaku Camat pemimpin Wilayah Sudah Sering Menegur pelaku , ini sudah teguran kedua semua pekerja atau pemilik alat berat sudah di Surati untuk tidak kembali melakukan aktifitas peti , ” tegas Camat teriak Busmet

Surat teguran kedua terhadap Pelaku Peti yang masih beraktiftas di hulu sungai benuang itu berisikan empat poin dengan memperhatikan undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 nomor 140 ) peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 Tentang pengelolaan kualitas Air dan pengendalian pencemaran Air (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2001 nomor 153 Tambahan lembaran negara RI 4161) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 01 tahun 2010 tentang Laksana pengendalian pencemaran air dan peraturan daerah pemerintah kabupaten Bengkayang Nomor 1 tahun 2007 Tentang pengelolaan Lingkungan Hidup Serta menindaklanjuti surat camat teriak nomor 700/577/ Trantib tanggal 7 Agustus 2020 Hal penambangan Emas tanpa ijin (Peti) Surat Camat teriak nomor 700 /605/trantib Tanggal 13 agustus hal teguran ke-1 dengan ini di sampaikan sebagai berikut:

1.sumber Benuang merupakan Salah satu mata sumber Air dari dusun pakeng desa dharma Bhakti, Kecamatan teriak Pekerjaan Peti ini sangat di butuhkan masyarakat di dusun Pakeng untuk kebutuhan sehari-hari sementara di dusun Sayung desa DHARMA bahkti Serta desa sebetung menyala Kecamatan teriak Sungai benuang memiliki sungai sempit yang mengalir di dusun Sayung dan desa sebetung menyala dan desa Bani Amas Kecamatan bengkayang Bermuara di sungai sebalo Jika Musim Hujan sering banjir karena pendangkalan Anak sungai apalgi sekarang akibat limbah peti Yang beraktifitas di dusun pakeng Bawah desa Dharma Bhakti dan Pakeng Atas desa Bhakti Mulya Kecamatan bengkayang akan sangat berdampak banjir Bandang jika musim Hujan di bulan September-desember tahun 2020.

2. Aktifitas Peti yang di lakukan Pelaku sangat merugikan banyak orang (dampak Sosial) teruatama masyarakat yang menggunakan air Sungai benuang untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci pakaian dan mandi yang lebih sangat merugikan lagi untuk petani mengairi pertanian sawah kelompok Tani benuang ll yang berpotensi menyebabkan gagal Panen.

3. limbah Peti ( Senyawa Mercuri/hg) sangat beresiko pada kesehatan masyarakat dalam wakt jangka panjang teruatam warga pengguna air sungaj benuang terlebih di saat musim kemarau dan tidak ada air bersih untuk keperluan warga sehari-hari pemantauan sekarang yang di alami warga mengalami gatal-gatal di duga akibat dari limbah peti.

4.memperhatikan poin 1 dan 3 Pemerintah Kecamatan teriak desa dharma bhakti dan desa sebetung menyala serta masyarakat yang tercemar oleh limbah peti mengharapkan komitmen dari aparat penegak hukum karena sampai saat ini aktifitas peti masih berlangsung.

“ ini bentuk komitmen saya sudah apapun resikonya dan apapun yang saya lakukan untuk kepentingan masyarakat peti jangan ada lagi beraktiftas karena sangat berdampak bagi masyarakat ,” kata Busmet

Camat teriak Busmet menambah kan untuk mandi dan mencuci warga yang tidak lagi menggunakan air benunag terpaksa harus membuat Sumur di sekitar rumah.

“ ya mau tidak mau Karena tidak ada sumber air lain,Warga menggali sumur untuk kebutuhan sehari-hari, sementara kalau untuk minum sebagian warga juga harus beli air galon, ” tutup Busmet

Berdasarkan data yang di himpun pelaku peti menggunakan alat berat Eksa dan ada di antara oknum Camat (tim liputan)

Check Also

DPRD Sekadau Gelar Sidang Paripurna ke-5 Masa Sidang ke-3

SEKADAU, suaraborneo.com – Setelah memenuhi qorum dan berdasarkan tata tertib persidangan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah …