Aksi Protes Kelangkaan dan Mahalnya LPG 3 Kg di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Dalam rangka mendorong terbentuknya tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan profesional dengan berorientasi pada pelaksanaan program pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai amanat peraturan perundang-undangan.serta terciptanya Good Governance/Tranpar
Diungkapkan Ketua DPD Kalsel HM Hasan saat melakukan aksi demo damai di Kantor DPRD Prov Kalimantan Selatan, Senin, (31/8/2020).

Pandemi Covid 19 (Corona virus Syndrome 19) Telah menyebabkan permasalahan yang besar baik dari segi kesehatan masyarakat serta dampak ekonomi yang sangat memberatkan bagi Masyarakat. Kalimantan Selatan khususnya kota Banjarmasin, dari segi ekonomi banyaknya angka UMKM yang terdampak, begitu juga angka Penganguran bertambah.

Hasan menyampaikan, DPRD Kota Banjarmasin jangan hanya diam seribu bahasa seakan tidak perduli saat ini rakyat lagi dirundung malang karena langkanya gas LPG 3 Kg yang harganya ditingkat eceran sampai Rp40-50 ribu per tabung.

Dari Hasil Biro Statistik Provinsi Kal-Sel, Ekonomi Kal-Sel mengalami penurunan. Pemerintah baik Pemerintah Provinsi Kal-Sel serta Pemerintah Kota Banjarmasin sudah menerapkan berbagai kebijakan yakni PSBB hampir 3 (Tiga) kali mengalami Keputusan PSBB namun Fakta dilapangan virus tersebut mengalami peningkatan.

”Ekonomi yang mengalami penurunan masyarakat tampak tidak dibarengi dengan inisiatif dari Pemerintah khususnya di sektor Migas, padahal
dari Sektor Migas inilah merupakan urat nadi dari masyarakat, ” katanya saat dihadapan Wakil Rakyat dari Komisi III yang mewakili Abidin selaku Sekertaris Komisi III.

Ditambahkannya lagi, bahwa harga Minyak mentah dunia mengalam penurunan hal ini akibat dari
penurunan permintaan dari masyarakat akibat Covid 19, Patokan harga minyak
eropa yakni Bren Crude Turun.

Berdasarkan laporan masyarakat saat ini pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak) di Kalimantan Selatan menimbulkan keresahan dimasyarakat yakni
BBM jenis Premium semakin sulit didapat bahkan BBM jenis Premium tersebut terkesan pemerintah diduga secara sengaja jatah kuata untuk masyarakat dikurangi hal ini sangat memikul beban masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pertamina Area Sales Banjarmasin antara lain,
a. Memberikan pernyataan sikap mengapa BBM jenis Premium mengalami kelangkaan di setiap SPBU.
b. Gas yang bersubsidi juga mengalami harga yang sangat bervariasi.
c. Saat Pandemi Masyarakat mengalami penurunan pendapatan, Fakta harga
gas subsidi langka dan harga yang melambung hal ini sangat berdampak
bagi masyarakat
d. MENDESAK PIHAK PERTAMINA AGAR MELAKUKAN
PERYATAAN SIKAP/MENGAPA BBM JENIS PREMIUM MENJADI
LANGKA DI SETIAP SPBU/SERTA PENERTIBAN HARGA
TABUNG GAS ELPIJI SUBSIDI AGAR DITERTIBKAN HARGA
YANG MALAMBUNG BAHKAN LANGKA.
e. Jika tidak mampu kami PEMUDA ISLAM ATAS NAMA
MASYARAKAT AGAR PIMPINAN PERTAMINA AREA SALES
BANJARMASIN AGAR ANGKAT KAKI DARI BUMI LAMBUNG
MANGKURAT KARENA TIDAK MAMPU DALAM MEYIKAPI
PERMASALAHAN DI MASYARAKAT.
f. Pihak DPRD Provinsi Kal-Sel baik Ketua DPRD dan Komisi yang
membidangi agar memanggil pihak Pertamina area sales Banjarmasin,
agar permasalahan Migas ini tidak membebani bagi masyarakat.
g. DPRD jangan hanya diam seakan tidak peduli dengan kesusahan
masyarakat. Jangan hanya masalah covid namun permasalahan lain yang
menjadi urat Nadi bagi Masyarakat Kal-Sel tidak di indahkan.
Sementara Abidin mengatakan bahwa sesuai permintaan Ketua Dewan termasuk Komisi III DPRD Kalimantan Selatan akan berjanji sesegara mungkin untuk menindaklanjuti tuntutan dari DPD Pemuda Islam Kalsel.
” Paling lambat selama seminggu Kami akan memanggil pihak Pertamina, agar bisa sesegera mungkin mengatasi masalah,” jelasnya. (ad)

Check Also

Wabup HSS Jadi Narasumber di STAI Darul Ulum Kandangan

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Bertempat di Aula STAI Darul Ulum Kandangan Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan …