Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur Terjadi di Bengkayang, Polisi Beberkan Modus Pelaku

BENGKAYANG, SuaraBorneo – Seorang pemuda berinisial A alias A (15) warga Desa Samalantan, Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang harus berurusan dengan pihak Kepolisian Resor Bengkayang, Polda Kalbar karena melakukan tindak pidana persetubuhan dibawah umur.

Kasat Reskrim Polres Bengkayang IPTU Marhiba, mengatakan, bahwa awalnya korban dikenalkan oleh teman korban kepada pelaku Korban dan pelaku berkenalan pada bulan Februari tahun 2019 sekira pukul 22.00 Wib di keramaian Band. Setelah berkenalan kemudian pelaku ngobrol bersama korban membawa korban duduk ke tepi Lapangan Bola menjauh dari keramaian.

“Disini pelaku mulai melakukan tindakan bejatnya mulai dari mencium korban hingga melakukan persetubuhan terhadap korban yang masih dibawah umur,” terang Kasat Reskrim, Kamis (3/8).

Dijelaskan Iptu Marhiba, dari bulan Februari hingga Desember 2019 pelaku beberapa kali melakakukan persetubuhan terhadap korban mulai dari rumah pelaku hingga yang terakhir pada bulan Desember 2019.

“Untuk yang terakhir pelaku datang kerumah korban untuk mengajak korban jalan-jalan. Setelah itu, pelaku singgah disemak-semak,” kata Marhiba.

Kata Marhiba, korban saat itu menolak namun pelaku terus memaksa akhirnya korban melayani kemauan pelaku.

IPTU Marhiba menyampaikan bahwa saat dilakukan pemeriksaan awalnya pelaku menyangkal telah melakukan perbuatan persetubuhan terhadap pelaku.

“Setelah dilakukan pemeriksaan akhirnya pelaku mengakui perbuatannya dan melakukan persetubuhan kurang lebih 8 (delapan) kali terhadap korban dan setiap melakukan persetubuhan pelaku selalu memasukkan air mani kedalam kemaluan korban,” tuturnya.

Selanjutnya, pada hari Selasa 18 Agustus 2020 korban melahirkan seorang bayi laki-laki di belakang rumahnya kemudian ditemukan oleh bapak kandung korban.

“Saat ini kasus sedang ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Bengkayang untuk proses hukum lebih lanjut,” ucap IPTU Marhiba.

IPTU Marhiba juga menghimbau dan mengajak orang tua untuk menjaga anak-anaknya untuk tidak bebas keluar rumah terlebih pada malam hari.

“Pesan kepada masyarakat agar pihak orang tua lebih menjaga dan memperhatikan anak-anak mengingat situasi libur sekolah anak-anak harus banyak berada di rumah terlebih dimasa pandemi Covid-19 seperti ini dan kepada generasi muda untuk menjaga diri dari pergaulan bebas dan lebih banyak melakukan kegiatan positif,” tutupnya. (Sr).

Check Also

Ditta : Food Estate Pemerintah Beri Kejelasan Masyarakat

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Pengacara yang juga pemerhati lingkungan dari Yayasan Pusaka Bentala tergabung dalam …