Bawaslu Bengkayang: Proses Pendaftaran Bapaslon Sudah Sesuai Aturan dan Protokal Kesehatan

BENGKAYANG, Suaraborneo – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Bengkayang menilai proses selama pendaftaran Bapaslon Bupati dan wakil Bupati Bengkayang sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik itu proses elektoral maupun non elektoral. Bawaslu juga dalam hal ini melakukan pengawasan melekat, dan telah melakukan koort dengan pihak kepolisian.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkayang, Yosef Harry Suyadi menyatakan, pihaknya melakukan pengawasan melekat selama pendaftaran berlangsung. Selama proses pendaftaran Bapaslon berlangsung Bawaslu melihat penyenggara melakukan sesuai dengan norma dan aturan berlaku, baik itu proses elektoral dimana substansi dari proses tahapan pendaftaran Bapaslon maupun proses non elektoral yaitu penerapan protokol kesehatan dengan baik.

“Terkait dengan kordinasi dengan aparat penegak hukum lain dalam konteks penanganan pelanggaran pemilu dan penerapan protokol kesehatan, Bawaslu sudah melakukan kordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, dimana Pilkada ini harus berjalan dengan baik sesuai norma yang mengatur sehingga menghasilkan Pilkada yang berintegritas, jujur, dan adil serta kesehatan keselamatan semua dapat terjaga, karna yang paling utama adalah kesehatan warga negara,” ucap Harry.

Lanjut Harry, Bawaslu Bengkayang memaksimalkan tindakan pencegahan sebagai bentuk tugas dan wewenang yang diberikan dengan memaksimalkan semua sumber yang ada, seperti memaksimalkan akun medsos untuk mensosialisasikan terkait norma yang berlaku dan juga protokol kesehatan.
“Dalam penanganan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihan, ada Sentra Gakkumdu dimana didalamnya terdapat 3 instansi yaitu Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan. Sentra Gakkumdu adalah pusat aktivitas dari 3 institusi yang ada dalam penegakkan hukum Pidana pemilihan,” jelas Harry.
Terakhir Harry mengajak dan menghimbau seluruh elemen dari masyarakat Bengkayang untuk bersama mensukseskan pesta demokrasi di kabupaten Bengkayang ini. “mustahil Pilkada ini berjalan lancar tanpa peran dan kerjasama baik itu pemerintah, masyarakat, TNI-POLRI dan penyelenggara pemilu baik itu KPU maupun Bawaslu,” pungkasnya.
Secara norma dan regulasi yang ada, Bawaslu adalah lembaga yang diberikan wewenang dalam mengawasi pelaksanaan pilkada, akan tetapi secara hakikat semua elemen masyarakat adalah pengawas dalam pelaksanaan Pilkada ini. (Sr).

Check Also

Bermasalah, 240 WNI di Deportasi Dari Malaysia Lewat PLBN Entikong Dalam Kondisi Sehat

SANGGAU, SB – Ditengah pandemi Covid-19 saat ini Pemerintah Negara Malaysia kembali memulangkan Warga Negara …