Dukung Ketahanan Pangan, Bank Kalsel Gelar Gathering Bersama Petani Binaan

MARABAHAN, SuaraBorneo
Dalam rangka mendukung terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional, Bank Kalsel menggelar kegiatan gathering bersama para petani binaan. Kegiatan yang
dilaksanakan di Gedung Sistem Resi Gudang, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, mengambil tema “Peran Bank Kalsel mendukung Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan  Petani dan Ketahanan Pangan Kalsel”, Kamis (10/9/2020).

Kegiatan ini merupakan bentuk sikap Bank Kalsel guna menindaklanjuti MoU Deklarasi Dukungan Bersama dalam rangka mewujudkan Permodalan dan Penyediaan Saprodi Pengembangan Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah ditandatangani
beberapa waktu silam dengan disaksikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limbo, dan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor.

Acara gathering ini ditujukan untuk memberikan pencerahan kepada para pihak terkait mengenai peluang pendanaan yang bisa didapat guna mendukung Ketahanan Pangan Nasional,
serta menjadi momen untuk berbagi ilmu dan pengalaman bersama narasumber yang telah berkecimpung di dunia pertanian. Selain itu, acara ini merupakan wujud komitmen Bank Kalsel sebagai upaya mendukung pemerintah daerah dalam pemberdayaan petani dan mendukung
ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Selatan, selama pandemi maupun pasca pandemi.

Tentunya, dalam pelaksanaan acara ini tetap memperhatikan protokol Kesehatan dan menerapkan social disctancing untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dalam acara ini, turut dihadiri Bupati Kabupaten Barito Kuala, yang dalam hal ini diwakili oleh Drs. H. Ahmad Mawarni, M.Pd., selaku Asisten Bidang Kemasyarakatan Pemerintah
Kabupaten Barito Kuala, perwakilan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA); Gabungan
Kelompok Tani (GAPOKTAN); Balai Penyuluh Pertanian (BPP); Pemimpin Daerah dan Tokoh Masyarakat setempat; serta Kepala SKPD terkait.

Pada sambutannya, H. Ahmad Mawarni menyampaikan apresiasi dan ungkapan terimakasih kepada Bank Kalsel atas segala upaya dan kontribusinya dalam mendukung kemajuan daerah,
khususnya di Kabupaten Barito Kuala. Kedepannya, diharapkan kerjasama ini dapat selalu berjalan secara harmonis, baik dalam bentuk kerjasama binis maupun mendukung pengembangan perekonomian daerah.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala mengucapkan terimakasih yang setinggi – tingginya kepada seluruh jajaran Bank Kalsel atas dedikasi dan hubungan kerjasama yang telah berjalan dengan sangat baik selama ini.

Harapannya, Bank Kalsel dapat
berperan optimal dalam mendukung dan menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Barito Kuala. Serta, ke depannya hubungan kerjasama ini dapat lebih dikembangkan lagi, terutama dalam upaya peningkatan pertumbuhan sektor ekonomi dan masyarakat petani”, terang beliau.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan paparan dari Agus Syabarrudin, selaku Direktur Utama Bank Kalsel sekaligus akademisi yang kompeten dibidang Pertanian. Di awal paparannya, beliau
menyampaikan kinerja Bank Kalsel yang semakin membaik meski ditengah kondisi pandemi.

Salah satunya ditandai dengan Risk Based Bank Rating (RBBR) hasil penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2020 menunjukan pada Peringkat Komposit 2 (PK-2). Hal ini mencerminkan kondisi Bank secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya, dimana sejak tahun 2014 berada pada
Peringkat Komposit 3 (PK-3) atau Cukup Sehat.

Paparan selanjutnya, Agus menyampaikan mengenai Kondisi ketahanan pangan di Kalimantan Selatan memiliki beberapa permasalahan, seperti banyaknya pengalihan fungsi lahan, ketidaklayakan kehidupan petani serta tidak adanya model bisnis yang tepat untuk penguatan pertanian. Untuk itu, Bank Kalsel menawarkan sebuah solusi dengan mengemas sebuah
ekosistem keuangan daerah.

Tentunya, dalam mewujudkan hal ini perlu dibangun sebuah sinergi
antara petani, pemerintah dan bank daerah, dalam hal ini ialah Bank Kalsel, guna membangun ekosistem keuangan daerah yang nantinya akan menunjang pengelolaan keuangan daerah lebih
efektif dan efisien.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sharing session, yang dimoderatori oleh Ahmad Fauzi Noor selaku Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Marabahan, dengan menghadirkan beberapa
narasumber, antara lain Agus Syabarrudin, selaku Direktur Utama Bank Kalsel sekaligus akademisi
yang kompeten dibidangnya; Cecep Sadikin, selaku praktisi pertanian yang sudah tidak asing lagi dikalangan petani; Dr. Ir. Rahmanuddin Murad, M.S., selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan
Perikanan Kabupaten Barito Kuala; Ir. Murniati, M.P., selaku Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Barito Kuala; dan perwakilan dari Bank Kalsel KCP Anjir Pasar, selaku entitas bisnis yang direkomendasikan untuk mendukung penyediaan permodalan bagi para
petani.

Cecep Sadikin selaku praktisi pertanian juga menjelaskan problematika yang kerap ditemui di lapangan dalam mengeksekusi perencanaan kebijakan dalam upaya menjaga ketahanan
pangan.

“Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu pengoptimalan dalam upaya pendistribusian produksi pertanian. Sebenarnya, dalam rangka meningkatkan produksi, wilayah Anjir Muara sudah dianggap mampu, karena telah didukung subsidi pupuk, benih, dan pestisida. Tinggal bagaimana pelaksanaan di lapangan, karena dalam memberikan pupuk dan pestisida harus tepat waktu dan tepat sasaran” urainya.
Dalam rangka merangkai sinergitas tersebut, Bank Kalsel berupaya memberikan solusi yaitu dengan menawarkan produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bernama KRESIGU (Kredit Resi Gudang).

KRESIGU memiliki tujuan untuk membantu penyediaan Dana Modal Kerja atau Investasi dalam
rangka memperlancar, meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha pertanian maupun perdagangan hasil pertanian. Melalui acara ini, harapannya petani dan para pemangku kepentingan, khususnya di Anjir Muara mendapat informasi yang jelas seputar fasilitas
pembiayaan atau kredit usaha rakyat terkait pengembangan usaha, serta produk dana dan layanan lainnya yang disediakan oleh Bank Kalsel.

“Kemudahan dalam hal pemberian pembiayaan kepada para petani, akan menjadi catatan bagi kami untuk bisa lebih mengupayakan kemudahan bagi nasabah Bank Kalsel, tanpa mengindahkan peran perbankan sebagai perantara antara lembaga yang mengumpulkan dana masyarakat, kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Oleh sebab itu, Bank Kalsel akan terus meningkatkan pelayanan, khususnya terkait proses kredit yang sesuai dengan
kebutuhan dana bagi petani”, pungkas Agus Syabarrudin. (adv/ad)

Check Also

Personil Gabungan di Kabupaten Sekadau Gelar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan

SEKADAU, suaraborneo.com – Operasi Yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan di kabupaten Sekadau pada hari ini, …