IDM Kapuas Berbanding Lurus Dengan Peningkatan IPM

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sejak tahun 2015 didasarkan pada tiga indikator utama yang meliputi Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indek Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL).

Berdasarkan hasil pengukuran Tahun 2020 terhadap 214 Desa di Kabupaten Kapuas, telah menunjukan hasil yang signifikan, dimana untuk tahun 2020 IDM Kabupaten Kapuas telah berhasil meningkatkan statusnya menjadi Berkembang dari yang sebelumnya berada pada status tertinggal.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas, Ahmad M Saribi ketika ditemui, Kamis (10/9/2020) menjelaskan korelasi antara peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kapuas terjadi peningkatan secara signifikan terhadap IPM di Kabupaten Kapuas.

Berdasarkan data Kapuas Dalam Angka Tahun 2020 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa IPM Kabupaten Kapuas terjadi peningkatan, dari tahun 2017 sebesar 68,04 persen, tahun 2018 sebesar 68,68 persen dan tahun 2019 sebesar 69,38 persen, yang artinya IDM berbanding lurus dengan peningkatan IPM di Kabupaten Kapuas.

“Hal ini dikarenakan ketersediaan kesempatan kerja di desa sangat besar yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), infrastruktur desa yang mapan dan mendukung serta kebijakan Pemerintah daerah Kabupaten Kapuas yang menunjang sekali terhadap arah pembangunan di desa, guna penunjang indikator IDM yaitu menuju Desa Maju dan Mandiri secara keseluruhan di Kabupaten Kapuas. Perlu kami sampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia indikatornya adalah ekonomi, kesehatan dan pendidikan,”terang Saribi.

Kedepan dirinya berharap, seluruh desa dapat memanfaatkan secara maksimal pemanfaatan dana desa baik DD maupun ADD, lebih terfokus pada peningkatan Indek Pembangunan Manusia dan untuk desa yang masuk kriteria desa maju maupun mandiri, agar bisa memanfaatkan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat terutama penunjang indikator ekonomi di desa melalui industri rumah tangga komoditi produk unggulan daerah, pemanfaatan dan pengelolaan BUMDes yang menghasilkan PAD desa dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk desa tertinggal dan sangat tertinggal, harus fokus pada penanganan kesehatan, salah satunya adalah penanganan stunting yang merupakan permasalahan utama juga di Kabupaten Kapuas sebagai salah satu fokus stanting di Provinsi Kalimantan Tengah.

“Implementasi menggunakan dana desa dengan menyelesaikan permasalahan sanitasi melalui program jambanisasi dan penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor dan penunjang program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang ditunjang dari Dinas PU Kabupaten Kapuas serta permasalahan pendidikan melalui PAUD dan lain sebagainya, sehingga kedepan IPM Kabupaten Kapuas persentasinya semakin meningkat,” pungkasnya. (hmskmf/ujang/ery-SB).

Check Also

Film Kreasi Anak Benua Dapat Tanggapan Positif Masyarakat

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Walaupun sedang dalam masa pandemi Covid-19, tidak menghalangi kaum milenial dalam …