TNI Perbatasan Amankan Ribuan Obat-obatan Ilegal Asal Malaysia

SANGGAU, SB – Satgas Pamtas Yonif Raider 641 / Beruang berhasil mengaggalkan sebanyak 3 (tiga) karung obat-obatan merek Paracil tablet 500 mg sebanyak 70 kotak dengan jumlah keseluruhan 69.920 butir saat melakukan patroli Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau yang diduga kuat diselundupkan oleh 3 warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam. Rabu, (9/9/2020) malam.

Serda Zakaria yang merupakan Dantim Patroli menyampaikan bahwa sebelumnya mereka mendapat informasi dari Serda Yuli Kristianto, Babinsa Desa Lubuk Sabuk Koramil 1204-02/Sekayam dan masyarakat Desa Lubuk Sabuk bahwa akan ada kegiatan ilegal trading di JIPP Sektor Pos Lubuk Sabuk.

Mengetahui adanya informasi tersebut, Komandan Pos Lubuk Sabuk, Letda Inf Wisnu, mengeluarkan personel dengan kekuatan 5 orang yang dipimpin oleh Serda Zakaria untuk melaksanakan patroli wilayah. Benar saja, pada malam itu (9/9) sekitar pukul 23.00 Wib, 3 orang terlihat memikul 3 karung keluar dari wilayah Malaysia melalui JIPP. Melihat hal ini, tim patroli segera menghentikan dan mengamankan ketiga pelaku ke Pos Lubuk Tengah.

Setelah dilakukan wawancara kepada para pelaku dan pemeriksaan terhadap 3 karung tersebut, ternyata isinya berupa obat-obatan dalam jumlah besar.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa barang bukti 3 karung obat-obatan yang diselundupkan dari Malaysia dan pelaku telah diserahkan kepada ke Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong guna proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bersama pihak Bea dan Cukai, Satgas Yonif R 641/Bru mengadakan pengecekan terhadap barang bukti dengan mesin X-Ray. Hasil pengecekan X-Ray tidak menemukan adanya indikasi unsur Narkotika didalam barang bukti tersebut.

Paracil merupakan obat yang memiliki kandungan parasetamol 500 mg. Obat jenis acetaminopen ini biasanya digunakan untuk penurun demam dan pereda nyeri.

“Walaupun termasuk kategori obat bebas, namun karena masuknya dari luar negeri secara ilegal dan tidak ada sertifikasi dari BPOM atau Karantina Kesehatan, maka masuk kategori ilegal,” tutup Kukuh. (Bry)

Check Also

Yohanes Budiman Resmi di Lantik jadi Penjabat Bupati Bengkayang

PONTIANAK, SuaraBorneo.com –  Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, hari ini, Rabu (30/9) secara resmi melantik Yohanes …