Wabup Kapuas Buka Rakor Percepatan Penyaluran Dana Desa

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Wakil Bupati Kapuas Drs. H. M. Nafiah Ibnor, MM membuka secara langsung Rapat Koordinasi Percepatan Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2020, di Aula Pemda Kuala Kapuas, Jalan Pemuda, KM 5,5, Rabu (16/9/2020) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ilham Anwar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Yanmarto, Camat se Kabupaten Kapuas, Kepala Desa se wilayah Kabupaten Kapuas dan para undangan lainnya.

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kapuas mengatakan anggaran yang diberikan kepada desa diharapkan dapat segera dieksekusi sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa melalui program-program prioritas yang telah ditetapkan.

Kecepatan Pemerintah Desa dalam membelanjakan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) akan mendorong perputaran uang di desa yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini dana desa diharapkan sebagai mekanisme untuk membantu masyarakat yaitu melalui Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan Program Padat Karya Tunai sebagai bentuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak ekonominya,”katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak agar lebih cepat dan tepat dalam menyalurkan dan desa dan kepada Dinas PMD serta Camat ia meminta untuk membantu dan mendorong desa agar lebih tepat waktu dalam mencapai realisasi dana desa.

Kemudian, Ben Brahim dalam sambutan tertulisnya menjelaskan dalam rapat bersama dengan Dirjen Perbendaharaan Negara Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah beberapa waktu yang lalu disampaikan bahwa target penyerapan DD Kabupaten Kapuas per Agustus masih belum sesuai target yakni baru mencapai 72 persen dari target yang seharusnya 80 persen.

“Oleh karenanya Bapak dan Ibu Kepala Desa hari ini diundang dalam rangka berkoordinasi dan bertukar pikiran tentang kendala yang dihadapi agar dapat dicari solusi yang tepat sehingga paling lambat akhir September ini diharapkan target 80 persen dapat tercapai, sehingga pada akhir tahun kita bis menyelesaikan program pembangunan tepat waktu,” terangnya.

Ia pun meminta kepada seluruh Kepala Desa agar dapat meningkatkan kinerja walaupun kondisi pandemi masih belum membaik dengan tetap menjalankan protokol kesehatan serta mengajak masyarakat untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat seperti jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan dan lain-lain.

Selain itu, ia menghimbau sepanjang masih tersedia anggarannya agar desa mengadakan dan membagikan masker untuk warganya yang kurang mampu serta menggalakkan penggunaan masker secara massal karena terbukti dapat mencegah dan menghambat penularan Virus Covid-19.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala PMD dalam laporannya menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakannya rakor tersebut adalah sebagai tindak lanjuti hasil pertemuan pemerintah daerah bersama dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Rapat koordinasi ini dilaksanakan karena adanya penurunan performa desa dalam mengurus pengajuan ADD dan DD, apalagi ditambah dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 sehingga terjadi keterlambatan dalam mengeksekusinya di lapangan. Oleh karena itu kami ingin secara langsung mendengar dan mendalami masalah yang dihadapi pemerintah desa melalui kegiatan ini,” jelasnya. (hmskmf/ujang/ery-SB).

Check Also

Bupati Sanggau dijadwalkan Buka Musyawarah Besar III PDKS

SANGGAU, SB – Bupati Sanggau, Paolus Hadi, dijadwalkan membuka secara resmi Musyawarah Besar (Mubes) III …