Menghidupi 2 Orang Anak, Kami Hanya Dengar Berita Soal Bantuan Corona

SEKADAU, suaraborneo.com – Nursiah seorang petani di Sekadau tepatnya di Desa Mungguk kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau yang menafkahi 2 orang anak di tengah keterpurukan ekonomi yang melanda bangsa ini ia bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari bahkan anaknya yang baru lulus SMP satu tahun lalu tak bisa melanjutkan sekolah nya ke tingkat berikutnya. Saat di temui wartawan pada Minggu, (20/9/2020).

Nursiah mengatakan bahwa dirinya hanya mendengar berita tentang adanya bantuan baik itu BST maupun BLT

“Pernah saya coba cek ke kantor POS apakah ada nama saya di itu ternyata tidak ada,” jelasnya kepada wartawan.

Nursiah menambahkan bahkan ada beberapa yang sama nasibnya dengan dirinya tidak mendapatkan bantuan.

“Padahal kami ini bukan cuma korban Corona (Covid-19) tapi bahkan korban turunnya harga karet dari beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

“Saat ini saya menderita penyakit rematik saya hanya mampu bekerja jika ada obat atau jamu herbal biasa saya pesan dengan tetangga,” jelasnya.

Nursiah juga mengatakan jika beberapa masyarakat di Desa Mungguk mendapatkan bantuan lalu apa bedanya dengan dirinya yang sama – sama merasakan dampak dari terpuruknya ekonomi.

Bahkan ada yang masih muda punya suami baru anak 2 yang jelas pekerjaanya jelas juga gajih nya tapi dapat bantuan 600 / bulan dari kantor POS (BST).

“Apa kami ini kaya di mata pemerintah, ” tutup Nursiah. (Ps)

Check Also

DK PWI : Wartawan Harus Jaga Jarak Dalam Konstestasi Pilkada

JAKARTA, SuaraBorneo – Dewan Kehormatan PWI Pusat kembali mengingatkan, pentingnya media dan wartawan menjaga jarak …