Lima wilayah di Sanggau Masuk Program Sigap dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara Kalimantan

SANGGAU, SB – Lima wilayah di Sanggau masuk program aksi inspirasi warga untuk perubahan (Sigap) dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara Kalimantan. Ke lima wilayah yang menjadi pilot projek Sigap tersebut adalah Desa Mengkiang dengan tiga dusunmya yakni Dusun Mengkiang, Dusun Sei Langer dan Dusun Tokang. Sedangkan untuk di Kelurahan Sei Sengkuang ada dua Dusun atau lingkungan yang menjadi fokus pemetaan yakni lingkungan Sei Kosak dan lingkungan Mensarang. Demikian diungkapkan Direktur Lembaga Konservasi Alam Kalimantan, M. Adi Prasetyo disela – sela menggelar rembuk Kelurahan Sigap dan Inisiasi Lanskap Sekayam Hilir yang bertempat di Aula Kelurahan Sei Sengkuang jalan Teratai, Kamis (24/9/2020).

Hadir dalam rembuk tersebut, Sekcam Kapuas, Markus Tabah, Babinsha Sei Srngkuang, Praka, Zailani, Bhabinkamtibmas Sei Sengkuang, Bripka Suryadi, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kelurahan Sei Sengkuang.

Adi sapaan akrabnya menjelaskan, pihaknya bersama masyarakat akan melakukan pemetaan potensi yang dimilki Desa atau Kelurahan.
“Kita akan melakukan pemetaan potensi yang ada di wilayah Mengkiang maupun Sei Sengkuang. Misalnya dimana letak kebun karet, dimana ladang, dimana sawah, dimana pemukiman, dimana fasilitas umum, dimana hutan lindung, hutan adat dan lain sebagainya. Kita harapkan semuanya nanti terpetakan,” ujar Adi.

Dengan adanya peta potensi ini nanti, lanjutnya, diharapkan perencanaan pembangunan bisa lebih terarah.
“Peta potensi ini untuk mendukung pembangunan yang tidak hanya fisik, tapi melihat potensi – potensi lain yang harus diperhatikan dan didorong sebagai daya dukung ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Sei Sengkuang, Abang Usman mengapresiasi program Sigap yang digagas oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara Kalimantan ini. Melalui Yayasan ini nanti, akan digali potensi – potensi yang ada, khususmya di lingkungan Sei Kosak dan lingkungan Mensarang Kelurahan Sei Sengkuang.
“Masyarakat di Sei Kosak dan Mensarang ini mata pencahariannya macam – macam. Ada yang petani, bekebun, dan lain sebagainya. Dengan pemetaan potensi yang dilakukan Yayasan ini nanti diharapkan Sei Sengkuang sudah punya peta potensi yang menjadi dasar untuk merencanakan pembangunan yang akan datang di Sei Sengkuang,” kata Usman. (Bry)

Check Also

DK PWI : Wartawan Harus Jaga Jarak Dalam Konstestasi Pilkada

JAKARTA, SuaraBorneo – Dewan Kehormatan PWI Pusat kembali mengingatkan, pentingnya media dan wartawan menjaga jarak …