RAMPAH PIRUAH’ Air Terjun Nan Eksotis Dipedalaman Meratus

BARABAI, SuaraBorneo – Adalah salah satu wisata alam yang terletak dipegunungan atau dihutan Meratus. Air terjun yang memiliki tujuh tingkatan tersebut lokasinya berada di Haruyan Dayak anak dari Desa Kundan, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.

Oleh warga setempat air terjun tersebut dinamakan Rampah Piruah yang artinya Batu Bertuah.

Perjalanan ke air terjun Rampah Piruah cukuplah ekstrem yang tentunya mampu mendongkrak adrenalin kita apalagi bagi pemula.

Dari ibukota Kabupaten HST yakni kota Barabai, berjarak sekitar 21 kilometer menuju ke kampung Haruyan Dayak.
Karena jalan yang tidak begitu lebar,penuh tanjakan dan turunan maka, disarankan agar melakukan perjalanan menggunakan sepedamotor saja.

Kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan sepedamotor, pengunjung sudah tiba dikampung Haruyan Dayak namun jangan lega dulu karena, medan jalan yang lebih ekstrem masih harus ditempuh agar tiba ditujuan.
Dalam kondisi basah,jalur ini hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki sekitar 45 menit dari anak sungai yang pertama (dekat pemukiman penduduk), kecuali anda menggunakan sepedamotor nonmatic atau trail.

Ada 2 aliran sungai, 2 buah Balai Adat, beberapa jembatan kayu dan 1 jembatan gantung tua yang harus dilewati. Ketika melewati jembatan gantung ini, pengunjung harus ekstra hati-hati karena kebanyakan dari lantainya sudah lapuk dan sebagian sudah patah.

Ada 2 pilihan jalur untuk mencapai air terjun, pertama melalui jalur yang ada dibelakang Balai Adat Tamburasak yang menuju ke air terjun terakhir (ketujuh) atau mengambil jalur kedua yang ada disamping gubuk.

Dari Balai Adat Tamburasak (jalur pertama) menuju jalur kedua pengunjung harus melewati satu tanjakan lagi. Jalur kedua ini mengantarkan ke air terjun tingkat kedua.

Pekan kedua bulan September 2020 kemarin, bersama 20 orang lainnya saya dan kawan-kawan memilih jalur kedua menuju air terjun tersebut. Berjalan kaki mulai dari sungai pertama atau 50 meter sebelum Balai Adat Impun tempat dimana kami memarkir sepedamotor. Dijalur kedua ini ada turunan tajam sepanjang 50 meter dengan kemiringan sekitar 60 derajat yang tidak jarang membuat wisatawan terpeleset.
Hanya ada pohon kayu kecil dan akar pohon yang menjadi pegangan untuk turun.

Secara umum, jalur utama menuju air terjun tersebut sudah mengalami kemajuan dari sebelumnya. Ruas jalan diperlebar bahkan ada beberapa meter yang dicor beton. Anak tangga dijalur pertama (Balai Tamburasak) pun sedang dalam proses pengerjaan.

Selanjutnya, menjelang siang ketika langkah kaki berhenti dihamparan bebatuan, mata tertegun memandang keindahannya, seiring itu pula lelah dan penat itu lenyap bersama gemuruh air yang bersahutan.

Selain menikmati pesona dan dinginnya air terjun ‘Rampah Piruah’ dan sejuknya udara Meratus, kami pun menggelar aksi solidaritas terhadap masyarakat adat Laman Kinipan yang ada di Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah yang sejak dulu hingga kini masih berjuang mempertahankan hutan adat dari penggusuran yang dilakukan oleh koorporasi.

“Kami, pemuda pemudi Hulu Sungai Tengah menyatakan solidaritas terhadap masyarakat adat Laman Kinipan, kepada Pak Effendi Buhing dan kawan-kawan, terus berjuang !!! Semangat mempertahankan hutan adat dari penggusuran tambang dan perkebunan sawit. Semangat dan teruslah berjuang !!! Save Meratus Save Kinipan !!!.”

Berhubung langit terlihat mendung, sekitar pukul 13:08 wita kami beranjak pulang. Seperti biasa, sebelum meninggalkan tempat tersebut terlebih dulu kami bergotong royong membersihkan sampah dari sisa atau kemasan makanan yang kami bawa.

Agar tidak kehilangan momen, kami mengambil jalur bawah untuk pulang, yaitu dengan menyusuri aliran sungai yang mengantarkan kami ke tingkat air terjun selanjutnya.

Setibanya ditingkat yang ketujuh yang berada dibelakang Balai Adat Tamburasak (jalur pertama), rombongan kembali kejalur utama melanjutkan perjalanan pulang.

Putra Pandawa
(Jurnalis, Aktivis & Relawan)

Check Also

Ban Slip, Truk Bermuatan 8 Ton Kulat Tumbang

SEKADAU, SuaraBorneo.com – Truk bermuatan delapan ton kulat tumbang di Jalan Sekadau-Sintang KM 7, tak …