Harga Anjlok, Ini Yang Dilakukan Pemprov Bersama SPI Kalsel Terhadap Petani Lokal

BANJARBARU, suaraborneo.com – Serikat Petani Indonesia (SPI) kembali memperkuat optimisme petani dengan membeli hasil tanaman pangan dan bersolidaritas saat petani terdampak COVID-19 hari ini Selasa (29/9).

Minggu (27/9) lalu, SPI juga mendistribusikan pangan gratis bagi masyarakat perkotaan yang terdampak COVID-19 di Banjarbaru. Hari ini SPI kembali ikut berpartisipasi dalam pendistribusian pangan ke Panti Asuhan dan Pondok Pesantren di wilayah Banjarbaru dan Martapura.

Melalui anggaran yang dialokasikan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, SPI membantu menyisir petani yang terdampak anjloknya harga tanaman pangan. Mulai dari petani Banjarbaru hingga Hulu Sungai Selatan.

Adapun produk pangan yang dibeli menggunakan anggaran Pemprov tersebut adalah semangka, melon, jeruk, sawi, ubi, kangkung, bayam, bawang merah, cabe, bawang prei, jagung, dan daun seledri.

Total jumlah dari keseluruhan produk yang dibeli dari para petani adalah sebanyak tiga ton. Produk ini juga didistribusikan di antaranya ke Pondok Pesantren LDII, Ponpes Walisongo, Panti Asuhan Akhlak Mulia, Rumah Anak Yatim dan Dhuafa, Panti Asuhan Muhammadiyah Puteri, dan Panti Asuhan Kasih Bunda yang berlokasi di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan “kegiatan ini sangat luar biasa, saya juga sangat senang dan mengapresiasi dengan antusiasnya adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Petani Kalsel dalam kegiatan seperti ini” ujar beliau.

Syamsir juga menambahkan bahwa dia akan mengagendakan kegiatan seperti ini agar dapat dilaksanakan secara rutin untuk membantu petani yang terdampak anjloknya harga bahan pangan di tingkat petani.

Senada dengan itu, Dwi Putra Kurniawan perwakilan SPI Kalsel juga berterima kasih atas kegiatan membantu petani yang diselenggarakan dari alokasi dana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel.

Dwi menambahkan, “Syamsir Rahman dan jajarannya yang pada hari ini turun langsung mendistribusikan sangat bersemangat dan akhirnya mendengar keluh kesah petani di Banjarbaru maupun daerah lainnya di Kalsel” ujarnya.

Dwi juga berharap kegiatan ini sebagai contoh aksi nyata selamatkan petani. Dia mengharapkan kepada Kepala Daerah, DPRD, Aparatur Sipil Negara, serta TNI atau POLRI melakukan gerakan mencintai dan membeli produk pangan lokal.

Mewakili SPI, Dwi juga mengatakan menunggu pemimpin daerah lainnya melakukan gerakan aksi dan kampanye peduli terhadap produk pangan lokal baik dengan cara membeli di pasar atau langsung dari para petani.

Selain itu, Fahrianoor mewakili Gerakan Mahasiswa (GEMA) Petani mengatakan agar mahasiswa dapat terlibat memperjuangkan kesejahteraan petani di Kalsel.

“Civitas akademik harusnya mempunyai problem solution terhadap apa yang sedang dihadapi para petani, karena petani adalah penolong negeri” tuturnya.(RF)

Check Also

Bupati Sanggau Ajak Masyarakat Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

SANGGAU, SB – Bupati Sanggau, Paolus Hadi, tidak bosan bosannya menghimbau kepada masyarakat agar tetap …