Penegakan Disilplin Perbup 46 Tahun 2020, Melanggar Siap-Siap Kena Sanksi

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Pemerintah Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2020.

Meski begitu, sebagai bentuk penegasan Perbup disertai sanksi bagi pelanggar ketika kemudian tidak mengindahkan protokol kesehatan.

“Perbup Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019,”kata Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga, kepada wartawan di Kantor BPBD Kapuas usai Sosialisasi di Aula Bappeda Senin (28/9/2020).

Dikemukakan, latar belakang keluarnya Perbup yakni Inpres Nomor 6 Tahun 2020 Instruksi Mendagri Nomor 4 Tahun 2020 serta Peraturan Gubernur Nomor 43 Tahun 2020 yang ditindak lanjuti dengan peraturan bupati/walikota.

Sosialiasi Perbup tidak hanya lingkup kabupaten tetapi tindak lanjut oleh pemerintah kecamatan bersama unsur Polsek Koramil juga pemerintah desa.

“Sasaran sosialisasi agar masyarakat mengetahui apa isi Perbup terdiri dari 8 bab 10 pasal itu. Sedangkan, ruang lingkup pelaksanaan meliputi monitoring evaluasi (monev) sanksi sosialisasi partisipasi serta pendanaan,”imbuhnya.

Lebih lanjut, Panahatan Sinaga yang juga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas ini mengatakan, subjek atas penerapan Perbup tersebut adalah, perorangan perkantoran, usaha industri, sekolah institusi pendidikan.

Kemudian, tempat ibadah, terminal pelabuhan, transportasi umum, toko modern, pasar tradisional, apotek, rumah makan, warung makan, perhotelan, losmen tempat pariwisata serta area publik.

“Penegakan disiplin dan sanksi dimaksud dalam pasal 7 bab 5 Perbup tersebut. Setiap orang yang melanggar ketentuan protokol kesehatan sebagaimana dimaksud pasal 44 dikenai sanksi kerja sosial atau denda Rp 150 ribu hingga Rp 5 juta,”tegasnya seraya menjelaskan nantinya denda disetorkan ke Kas Daerah.

Dia menambahkan, diatur pula terkait kewajiban bagi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan mengedepankan 4 M.

“Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan. DIharapkan bangun kesadaran dari diri sehingga bebas dari Covid-19,”harapnya.

Sementara itu, sosialisasi di Aula Bappeda Kapuas dihadiri unsur pemerintah Wabup Forkopimda, Plt Sekda, TNI/Polri, asisten OPD, camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta perwakilan ormas. (ujang/ery-SB).

Check Also

DK PWI : Wartawan Harus Jaga Jarak Dalam Konstestasi Pilkada

JAKARTA, SuaraBorneo – Dewan Kehormatan PWI Pusat kembali mengingatkan, pentingnya media dan wartawan menjaga jarak …