PTUN Jakarta Terima Kontra Memori PK Walhi, Cak Kis : Semoga Mahkamah Agung Menangkan Gugatan Kita

BANJARBARU, suaraborneo.com – Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Jumat, 02 Oktober 2020 telah menerima Kontra Memori Peninjauan Kembali (PK) Walhi dalam perkara nomor : 47/G/LH/2018/PTUN-JKT, jo No.369 K/TUN/LH/2019, atas pengajuan Peninjauan Kembali (PK) oleh PT. Mantimin Coal Mining (MCM).

Sebelumnya,Tertanggal 3 September 2020 Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menerima memori Peninjauan Kembali (PK) dari PT. Mantimin Coal Mining (MCM) dalam perkara nomor 47/G/LH/2018/PTUN-JKT melalui kuasa hukumnya di Jakarta.

‘ Semoga Mahkamah Agung tetap memenangkan gugatan kita,” ucap Kis saat dikonfirmasi suaraborneo.com Sabtu 03/10/20 via whatsapp.

Dalam hal PK MCM ini, Walhi berada pada posisi termohon PK I (dahulu sebagai: penggugat; pembanding; pemohon kasasi), Dan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai termohon PK II (dahulu sebagai: tergugat; terbanding; termohon kasasi.

“Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM seharusnya menerima dan menjalankan putusan kasasi oleh MA. Sangat jelas fakta di lapangan bahwa begitu banyak gelombang penolakan terhadap investasi perusak lingkungan di Kalsel khususnya penolakan terhadap eksploitasi Pegunungan Meratus,” tegas Direktur Eksekutif Walhi Kal-Sel periode 2020-2024, Kisworo Dwi Cahyono atau yang lebih akrab dipanggil Cak Kis.

Kontra Memori Peninjauan Kembali Walhi tertanggal 02 Oktober 2020 yang berjumlah 8 rangkap tersebut diserahkan oleh Ronald M. Siahaan, SH., MH kepada panitera muda PTUN Jakarta Sri Hartanto, SH., M.Kn.

PTUN Jakarta Terima Kontra Memori PK Walhi,
Cak Kis : ‘ Semoga Mahkamah Agung Menangkan Gugatan Kita ‘

Sabtu 03 Oktober 2020
Banjarbaru, suaraborneo.com – Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Jumat, 02 Oktober 2020 telah menerima Kontra Memori Peninjauan Kembali (PK) Walhi dalam perkara nomor : 47/G/LH/2018/PTUN-JKT, jo No.369 K/TUN/LH/2019, atas pengajuan Peninjauan Kembali (PK) oleh PT. Mantimin Coal Mining (MCM).

Sebelumnya,Tertanggal 3 September 2020 Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menerima memori Peninjauan Kembali (PK) dari PT. Mantimin Coal Mining (MCM) dalam perkara nomor 47/G/LH/2018/PTUN-JKT melalui kuasa hukumnya di Jakarta.

‘ Semoga Mahkamah Agung tetap memenangkan gugatan kita,Meratus belum aman, tetap semangat, perjuangan masih panjang,” ujar Kis saat dikonfirmasi suaraborneo.com Sabtu 03/10/20 via whatsapp.

Dalam hal PK MCM ini, Walhi berada pada posisi termohon PK I (dahulu sebagai: penggugat; pembanding; pemohon kasasi), Dan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai termohon PK II (dahulu sebagai: tergugat; terbanding; termohon kasasi.

” Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM seharusnya menerima dan menjalankan putusan kasasi oleh MA. Sangat jelas fakta di lapangan bahwa begitu banyak gelombang penolakan terhadap investasi perusak lingkungan di Kalsel khususnya penolakan terhadap eksploitasi Pegunungan Meratus,” tegas Direktur Eksekutif Walhi Kal-Sel periode 2020-2024, Kisworo Dwi Cahyono atau yang lebih akrab dipanggil Cak Kis.

Kontra Memori Peninjauan Kembali Walhi tertanggal 02 Oktober 2020 yang berjumlah 8 rangkap tersebut diserahkan oleh Ronald M. Siahaan, SH., MH kepada panitera muda PTUN Jakarta Sri Hartanto, SH., M.Kn (RF)

Check Also

Kemdikbud RI Membuka Program Guru Penggerak Angkatan 2

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membukan Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 2. …