Pemkab Melawi Sesalkan Pernyataan Juru Bicara Fraksi Persatuan Bangsa DPRD Kabupaten Melawi Yang Tendensius dan Kontraproduktif

MELAWI, SUARABORNEO – Raperda APBD-P Kabupaten Melawi tidak bisa disahkan. Hal tersebut merupakan hasil rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Melawi, jumat (9/10/2020).

Dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Melawi hari jumat, 9 Oktober 2020, Menurut Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Widya Hastuti, Raperda APBD Perubahan Melawi Tahun Anggaran 2020 tidak bisa dilanjutkan sebagai Perda APBD-P Melawi Tahun 2020 karena mendapatkan penolakan dari 4 (empat) Fraksi di DPRD Kabupaten Melawi, yakni Fraksi PAN, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Persatuan Bangsa, dan Fraksi Demokrasi Rakyat Sejahtera, dan 1 (satu) Fraksi Abstain yakni Fraksi Gerindra. Sedangkan 2 (dua) yang setuju adalah Fraksi Nasdem dan Fraksi Golkar.

Pemerintah Kabupaten Melawi menyampaikan bahwa Raperda APBD-P yang sebelumnya, rabu (30/9) gagal diparipurnakan karena tidak kuorum telah dikonsultasikan oleh Pjs. Bupati Melawi, Linda Purnama dan Pimpinan DPRD Melawi ke Gubernur Kalimantan Barat.

Pjs. Bupati Melawi, Dra. Linda Purnama, M.Si menyatakan bahwa dengan tidak disahkannya Raperda APBD-P Tahun 2020, maka Pemerintah Kabupaten Melawi tetap melaksanakan dan melanjutkan program-program pembangunan berdasarkan APBD Murni Tahun 2020.

Menurut Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, Pemerintah melalui TAPD telah membahas Raperda APBD-P tersebut dengan BANGGAR DPRD Kabupaten Melawi namun tidak ada kesepakatan antara TAPD dan BANGGAR terkait APBD-P Tahun 2020.

Namun, Pemerintah Kabupaten Melawi sangat menghargai perbedaan pendapat yang bisa saja terjadi, dan hal tersebut patutlah untuk dihargai meskipun masing-masing pihak memilki argumen yang berbeda. Pemerintah menghargai pandangan, saran dan masukan dari Fraksi-Fraksi di DPRD guna perbaikan dan evaluasi untuk pengambilan keputusan terkait dengan Raperda APBD-P tersebut.

Pemerintah percaya bahwa hubungan dan komunikasi yang baik dengan mengedepankan semangat saling menghargai antara Pemerintah dan DPRD akan menghasilkan keputusan terbaik bagi kelanjutan pembangunan di Kabupaten Melawi.

Pada rapat paripurna tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi sangat menyesalkan pernyataan juru bicara Fraksi Persatuan Bangsa DPRD Kabupaten Melawi, Aisa Amini yang sangat tendensius dan emosional. Seharusnya seperti Fraksi-Fraksi lain, pandangan, saran, dan pendapat serta pernyataan fokus terhadap substansi permasalahan, bukan mengarah pada hal-hal yang tendensius dan emosional. (humas pemkab melawi)

Check Also

PAS Kampanye Di Setawar, Warga Dambakan Listrik PLN

SEKADAU, suaraborneo.com –  Warga Desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu menyampaikan aspirasi kepada Pasangan Aron – …