Harianto Sayangkan Kebijakan SWAB Massal Gratis Terlambat Dilaksanakan

SEKADAU, suaraborneo.com – Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sekadau, Harianto merasa prihatin dengan munculnya kasus konfirmasi baru covid-19 di Kabupaten Sekadau.

Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat pada 11 Oktober 2020 kemarin, di Kabupaten Sekadau terkonfirmasi lima orang positif covid-19.

“Kita sedih karena kasus konfirmasi positif covid-19 kembali muncul di Kabupaten Sekadau. Kita mendoakan agar mereka segera pulih seperti sedia kala,” ucap Harianto, Senin (12/10)

Ia turut menyayangkan langkah antisipasi penyebaran covid-19 di Kabupaten Sekadau yang sempat melemah.

Ia menilai, Pemkab Sekadau telah lalai dalam menangani pandemi berbahaya tersebut.

“Bukannya ingin menyalahkan siapa-siapa. Namun, dalam hal ini pemerintah daerah bertanggungjawab dalam mengantisipasi pandemi ini. Apalagi didukung dengan anggaran yang cukup besar. Kita sayangkan kebijakan swab massal gratis terlambat dilaksanakan. Itupun setelah Ibu Pjs Bupati Sekadau menjabat,” sambung Harianto.

Menurutnya, pemerintah daerah cenderung terlena dengan status zona hijau yang berlangsung selama beberapa bulan belakangan. Status tersebut membuat penanganan covid-19 menjadi longgar. Ia khawatir, dengan banyaknya sampel swab yang masih menunggu hasil uji laboratorium, kasus-kasus baru masih memungkin bertambah.

“Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat beraktivitas. Jika pemerintah melakukan pembinaan secara ketat, saya yakin pandemi ini bisa ditekan penyebarannya. Tidak cukup dengan imbauan saja, harus ada aksi nyata. Kita sangat mengapresiasi kebijakan Ibu Pjs Bupati Sekadau terkait swab gratis,” ujar Harianto.

Namun demikian, ia berharap tidak ada lagi kasus baru yang terjadi di Kabupaten Sekadau.

“Kita berharap ini yang terakhir. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap patuh pada protokol kesehatan,” pungkas Harianto. (ps)

Check Also

Kemdikbud RI Membuka Program Guru Penggerak Angkatan 2

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membukan Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 2. …